PERHATIAN! Pemerintah Perpanjang WFH Selama 2 Bulan Ke Depan!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperpanjang kebijakan work from home (WFH) hingga dua bulan ke depan. Keputusan ini diambil di tengah situasi global yang masih dipengaruhi oleh konflik yang berkepanjangan, khususnya perang yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi.
Strategi Ekonomi di Tengah Ketidakpastian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa perpanjangan kebijakan WFH merupakan langkah yang diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Hal ini diungkapkan usai melaporkan perkembangan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Airlangga menekankan bahwa diskusi mengenai kebijakan ekonomi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memitigasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh situasi global. “Tadi dibahas berbagai kebijakan yang akan diambil, termasuk kebijakan paket terkait dengan ekonomi ke depan dalam situasi di mana perang belum berakhir,” jelasnya.
Insentif untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Selain perpanjangan WFH, pemerintah juga berencana untuk menyiapkan sejumlah insentif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun 2026. “Ada beberapa insentif yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah untuk memastikan ekonomi di kuartal kedua bisa bergerak,” tambah Airlangga.
Perberlakuan insentif ini diharapkan dapat merangsang aktivitas bisnis dan memulihkan kinerja ekonomi yang tertekan akibat kondisi global yang tidak menentu. Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menyampaikan kesiapan implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang akan mulai berlaku pada 1 Juni 2026.
Sosialisasi Kebijakan Baru kepada Asosiasi Usaha
Pemerintah saat ini tengah menyelesaikan berbagai instrumen regulasi terkait dengan kebijakan baru ini. Dari Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, hingga Kementerian Keuangan, semua pihak terlibat dalam proses penyusunan regulasi sebelum kebijakan resmi diterapkan.
Airlangga menyatakan bahwa sosialisasi kepada berbagai asosiasi usaha terkait kebijakan ekonomi baru juga akan dilakukan. “Sosialisasi kepada asosiasi akan dilakukan sore ini jam 4, sehingga mereka mengetahui kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat memperkuat perekonomian nasional dan meringankan beban masyarakat serta pelaku usaha di tengah tantangan yang ada. Diharapkan, keputusan yang diambil dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam waktu dekat.





