Gus Ipul Usulkan Ploso Jadi Lokasi Munas dan Konbes NU, Pembukaan di Bangkalan!

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H. Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, telah mengusulkan Pondok Pesantren Al Falah Ploso yang terletak di Mojo, Kediri, Jawa Timur, sebagai lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama NU pada tahun 2026. Usulan ini disampaikan dalam rapat pleno PBNU yang berlangsung di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Gus Ipul menyatakan bahwa Ploso memiliki sejarah yang kaya, tradisi keilmuan yang mendalam, dan kedudukan yang penting dalam khazanah pesantren NU. Dengan demikian, ia percaya bahwa lokasi ini menjadi pilihan yang layak untuk menggelar kegiatan besar tersebut. Rapat pleno ini merupakan momen penting dalam mempersiapkan agenda besar yang menjadi perhatian ulama dan pengurus NU secara nasional.
Tradisi dan Keilmuan di Pesantren Ploso
Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menjelaskan bahwa usulan untuk menjadikan Ploso sebagai tempat munas dan konbes juga merupakan tindak lanjut dari keinginan KH Nurul Husna Djazuli dan Gus Muhammad Alkautsar. Mereka berdua menyampaikan harapan agar agenda penting ini diselenggarakan di Pesantren Ploso. Menurut Gus Ipul, momen ini penting untuk menghormati dan mendukung tradisi keilmuan yang telah berjalan lama di pesantren tersebut.
“Saya sudah bertemu dengan KH Nurul Huda dan Gus Kautsar. Mereka sangat mendukung agar Ploso dijadikan lokasi Munas dan Konbes,” kata Gus Ipul dengan semangat. Dengan dukungan ini, Gus Ipul optimis bahwa rencana ini akan mendapat sambutan positif di kalangan pengurus NU.
Rangkaian Kegiatan Pembukaan yang Bermakna
Gus Ipul juga mengusulkan agar rangkaian pembukaan Munas dan Konbes Alim Ulama NU 2026 dilaksanakan di kawasan Pesantren atau Makbarah Syaikhona Muhammad Kholil yang berada di Bangkalan, Madura. Menurutnya, gagasan ini penting sebagai bentuk tabarruk, penghormatan, dan penyambungan sanad perjuangan NU kepada salah satu mahaguru para ulama Nusantara.
Pembukaan kegiatan besar ini diharapkan dapat dimulai dari Makbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai simbol penghormatan kepada akar spiritual dan keilmuan NU yang telah mengakar selama berabad-abad. Setelah pembukaan, serangkaian sidang dan forum promusi akan dilanjutkan di Pondok Pesantren Ploso yang memiliki sejarah dan tradisi yang kuat dalam mendidik kiai dan ulama.
Pentingnya Lokasi Strategis untuk NU
Gus Ipul menegaskan bahwa Munas dan Konbes Alim Ulama merupakan forum penting bagi NU untuk merumuskan pandangan keagamaan, kebangsaan, dan organisasi. Oleh karena itu, pelaksanaan munas perlu dilaksanakan di lokasi yang memiliki kekuatan simbolik, tradisi keilmuan, serta kedekatan historis dengan dunia pesantren.
Pesantren Al Falah Ploso dikenal sebagai salah satu pesantren besar yang telah melahirkan banyak ulama, kiai, dan kader NU yang berdedikasi. Dengan reputasi ini, Pesantren Ploso memiliki kelayakan yang kuat untuk menjadi tuan rumah bagi acara yang sangat penting ini. Dukungan dari berbagai elemen NU diharapkan dapat memperlancar persiapan dan pelaksanaan munas serta konbes ke depan.
Dengan begitu, harapan untuk memperkuat tradisi keilmuan dan kesatuan umat dapat terwujud di acara yang dihadiri oleh para ulama, kiai, dan anggota NU dari seluruh Indonesia.





