Dinas Kesehatan Aceh Yakin Kerja Sama Lintas Sektor Bisa Ciptakan Zero Dose yang Lebih Rendah!

Banda Aceh, Maret.id — Dinas Kesehatan Provinsi Aceh menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya menurunkan angka “zero dose” imunisasi bagi anak-anak. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyatakan dukungan dari organisasi keagamaan, seperti Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), sangat krusial dalam meningkatkan penerimaan imunisasi di masyarakat.
Kerja Sama Lintas Sektor untuk Peningkatan Imunisasi
Dalam kegiatan media briefing bertajuk “Mengejar Anak Zero Dose” yang digelar di Banda Aceh pada Kamis, 21 Mei 2026, Ferdiyus mengungkapkan harapan agar seluruh kabupaten dan kota di Aceh dapat bekerja sama dengan organisasi keagamaan untuk sosialisasi program imunisasi. Dengan pendekatan yang berbasis pada keagamaan, diharapkan imunisasi dapat diterima lebih baik oleh masyarakat.
Ferdiyus menegaskan bahwa sinergi antara sektor kesehatan dan organisasi keagamaan dapat secara bertahap menurunkan angka zero dose di seluruh wilayah Aceh. “Dengan semua kerja sama ini, kita berharap pencapaian imunisasi akan lebih baik dan angka zero dose dapat ditekan,” ujarnya.
Target Imunisasi Minimal 95 Persen
Target yang dicanangkan oleh Dinas Kesehatan Aceh adalah mencapai cakupan imunisasi tahunan minimal 95 persen. Dukungan dari sekitar 37 ribu tenaga kesehatan yang tersebar di 366 puskesmas di Aceh menjadi kunci dalam pencapaian ini. Ferdiyus mengajak semua pihak untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program imunisasi yang akan datang.
“Dengan kepemimpinan bupati dan wali kota yang aktif, kita harap program ini bisa berjalan lancar,” tambahnya.
Tantangan Informasi Negatif dari Media Sosial
Meskipun terdapat komitmen yang kuat untuk meningkatkan cakupan imunisasi, Ferdiyus mengakui bahwa tantangan besar masih ada. Banyak tenaga kesehatan yang mengalami penolakan imunisasi oleh masyarakat, terutama akibat informasi negatif yang beredar di media sosial. “Sering kali orang lebih mempercayai informasi dari media sosial dibandingkan penjelasan tenaga kesehatan,” jelasnya.
Dokter Aslinar, seorang influencer kesehatan, menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan edukasi mengenai imunisasi. “Kami perlu melawan hoaks dan memberikan informasi yang masuk akal kepada masyarakat untuk menghindari ketakutan akan efek samping imunisasi,” ungkapnya.
Edukasi Melalui Media Sosial
Aslinar juga menyarankan agar tenaga kesehatan memanfaatkan platform media sosial untuk berbagi informasi edukatif. “Infografis dan sesi tanya jawab di media sosial dapat membuat masyarakat lebih memahami pentingnya vaksinasi,” tuturnya.
Dengan langkah-langkah konkret dan kolaborasi yang solid, Dinas Kesehatan Aceh optimis dapat mengurangi angka zero dose dalam beberapa tahun ke depan. Melalui upaya ini, kesehatan anak-anak di Aceh diharapkan dapat terjaga dengan baik, mendukung masa depan generasi penerus yang lebih sehat.
