Gaya Hidup

Posyandu Kini Jadi Pos Keluarga!

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan posyandu kini berkembang menjadi pos kesehatan keluarga atau posga yang melayani seluruh lapisan usia masyarakat, bukan lagi sekadar pengukuran berat badan bayi dan layanan ibu anak saja.

Perubahan Fungsi Posyandu

Menurut Dante, transformasi ini memperluas cakupan layanan sehingga posga kini melayani anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, hingga kelompok lansia dengan pendekatan keluarga terpadu.
Ia menegaskan perubahan nama dari posyandu menjadi posga mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjadikan layanan dekat rumah sebagai titik pelayanan primer yang lebih komprehensif.

Kunjungan ke Banda Aceh

Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan Dante ke Puskesmas Batoh dan sejumlah posyandu di Banda Aceh pada Jumat, 22 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung praktik layanan yang telah dikembangkan menjadi contoh pos kesehatan keluarga terpadu bagi komunitas setempat.

Layanan Medis dan Peran Tenaga Kesehatan

Dante menyebutkan keberadaan tenaga dokter dan bidan di posga memungkinkan pelaksanaan pengobatan berkelanjutan bagi pasien kronis yang kesulitan mengakses puskesmas akibat jarak.
Ia mencontohkan pasien stroke yang tetap menerima pengobatan karena obat dan pendampingan disalurkan melalui posga setempat.

Pelayanan Imunisasi dan Penimbangan

Meski fungsi meluas, pelaksanaan penimbangan bayi dan imunisasi tetap berjalan di posga sehingga hak kesehatan anak dan ibu tidak terabaikan.
Dante menilai kelanjutan program-program dasar itu penting agar layanan baru tidak menggeser prioritas pelayanan yang selama ini berhasil menurunkan angka penyakit menular dan meningkatkan cakupan imunisasi.

Antusiasme Masyarakat

Menurut pengamatan Dante, antusiasme masyarakat terhadap layanan posga di Banda Aceh terlihat tinggi selama kunjungan, yang tercermin dari tingkat partisipasi warga dalam kegiatan posga.
Kondisi ini menjadi indikator bahwa model layanan kesehatan keluarga yang mendekat ke komunitas memiliki potensi besar untuk meningkatkan akses dan kepatuhan pengobatan.

Kontribusi bagi Sistem Kesehatan Lokal

Kehadiran posga juga dinilai memperkuat jejaring rujukan dan memudahkan tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan kondisi pasien di tingkat komunitas.
Dante berharap model ini dapat direplikasi di daerah lain untuk mengurangi beban puskesmas dan mempercepat intervensi dini terhadap masalah kesehatan yang ditemukan di lapangan.

Penataan ulang fungsi posyandu menjadi posga ini sejalan dengan upaya peningkatan layanan primer yang dicanangkan Kementerian Kesehatan dan relevan dengan kebijakan kesehatan nasional.
Dante menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus mendukung penguatan fasilitas dan sumber daya manusia kesehatan agar posga dapat menjalankan peran barunya secara berkelanjutan.

Langkah lanjutan yang disarankan meliputi pelatihan lanjutan bagi kader dan tenaga kesehatan di posga, serta penyediaan obat dan peralatan dasar yang memadai.
Dengan dukungan tersebut, diharapkan posga tidak hanya menjadi tempat pemberian obat tetapi juga pusat promotif dan preventif yang efektif bagi kesehatan keluarga.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button