STOK BERAS NASIONAL MENCAKUP 5,39 JUTA TON! TERTINGGI SEJAK INDONESIA MERDEKA!

Jakarta, Maret.id — Stok beras nasional mencapai angka luar biasa, yaitu 5,39 juta ton pada Mei 2026. Capaian ini merupakan yang tertinggi sejak Indonesia merdeka dan mencerminkan kemajuan dalam ketahanan pangan nasional.
Pencapaian Stok Beras Nasional
Perusahaan Umum (Perum) Bulog memastikan bahwa stok beras di gudang-gudangnya telah mencapai angka tersebut. Selain itu, jumlah ini diproyeksikan akan meningkat hingga enam juta ton pada akhir bulan Juni 2026. Direktur Utama Perum Bulog, Rizal Ramli, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani.
“Alhamdulillah, di tahun 2025 kita sudah mencapai swasembada pangan. Proyeksi di bulan Mei menunjukkan pencapaian 5,39 juta ton,” ungkap Rizal setelah kegiatan olahraga bersama media di Jakarta, pada 22 Mei 2026. Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.
Aksi Presiden Prabowo Subianto
Pada bulan April 2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak ke gudang Bulog di Danurejo, Magelang. Dalam kunjungan tersebut, Presiden memastikan bahwa pasokan beras di gudang berada dalam kondisi baik dan mencukupi kebutuhan. “Langkah ini sangat penting karena dunia masih menghadapi krisis politik dan iklim yang memengaruhi ketahanan pangan,” tegasnya.
Rizal Ramli menyatakan bahwa gudang Bulog saat ini memiliki kapasitas menampung sekitar empat juta ton beras. Namun, untuk antisipasi lonjakan permintaan, Bulog telah menyewa tambahan gudang yang mampu menampung hingga dua juta ton beras. Ke depannya, Bulog juga merencanakan pembangunan 100 titik pergudangan baru yang diprioritaskan di daerah terpencil dan perbatasan.
Target dan Rencana ke Depan
Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, Bulog juga berencana untuk menyewa gudang tambahan yang dapat mengakomodasi satu juta ton beras. Dengan langkah ini, target total kapasitas penyimpanan beras nasional diharapkan dapat mencapai tujuh juta ton. “Kami menargetkan total stok beras Bulog bisa mencapai enam juta ton pada akhir Juni 2026,” ujar Rizal Ramli.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, juga mendukung pencapaian tersebut. Menurutnya, stok beras nasional saat ini adalah yang tertinggi dalam sejarah dengan mencapai 5,39 juta ton. “Mudah-mudahan, pada akhir bulan nanti bisa mencapai 5,5 juta ton,” ujarnya saat konferensi pers di Surabaya tanggal 13 Mei 2026.
Capaian ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan dalam program ketahanan pangan, tetapi juga mencerminkan usaha bersama dari semua pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia. Dengan langkah strategis yang diambil, diharapkan ketahanan pangan nasional dapat terus terjaga di masa mendatang.



