Memanas: Penyiksaan Aktivis Flotilla oleh Israel Picu Ketegangan Global!

Jakarta, Maret.id — Kelompok hak asasi Israel Adalah mendokumentasikan tuduhan penyiksaan terhadap aktivis yang ditahan dari armada Global Sumud Flotilla yang berupaya menuju Gaza, termasuk penggunaan sengatan listrik dan kekerasan fisik serta psikologis selama masa penahanan.
Klaim penyiksaan dan perawatan medis
Adalah menyatakan sedikitnya tiga aktivis dirawat di rumah sakit dengan luka serius. Puluhan lainnya diduga mengalami patah tulang rusuk dan kesulitan bernapas akibat kekerasan selama penahanan.
Tim hukum Adalah mengumpulkan kesaksian yang saling sesuai mengenai penggunaan sengatan listrik berulang terhadap para aktivis yang ditahan. Organisasi tersebut mengatakan bukti-bukti awal menunjukkan pola perlakuan yang sistematis selama proses penahanan dan pemindahan.
Perlakuan selama pemindahan
Kelompok itu juga mendokumentasikan bahwa para tahanan dipaksa berada dalam posisi menyakitkan dan merendahkan ketika dipindahkan ke Pelabuhan Ashdod. Praktik yang dilaporkan termasuk berjalan sambil membungkuk penuh ke depan dan berlutut untuk waktu lama.
Adalah menambahkan laporan bahwa otoritas Israel secara paksa melepas jilbab beberapa aktivis perempuan yang ikut dalam armada tersebut. Selain itu, mereka menyebut bahwa informasi mengenai lokasi, status hukum, dan kondisi para tahanan sangat dibatasi.
Proses hukum dan ancaman deportasi
Menurut Adalah, para tahanan diperkirakan akan dihadapkan pada pengadilan atau otoritas terkait pada hari Kamis untuk meninjau status penahanan mereka sebelum prosedur deportasi dilaksanakan. Organisasi hak asasi menilai tindakan tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang mengkriminalisasi upaya kemanusiaan dan termasuk tuduhan penyiksaan serta penghinaan.
Tuduhan ini mencuat setelah video yang dibagikan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menunjukkan para aktivis berlutut dengan tangan diborgol di belakang punggung dan wajah menghadap lantai sementara lagu kebangsaan Israel diputar. Video yang beredar di media sosial memicu sorotan dari kelompok hak asasi dan komunitas internasional.
Latar belakang intersepsi dan riwayat armada
Armada Global Sumud berangkat pada pekan lalu dari distrik Marmaris di Turki dalam upaya baru untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007. Aksi ini merupakan kelanjutan dari upaya berkala para aktivis internasional untuk menyerukan akses kemanusiaan ke wilayah pesisir Palestina.
Sebelumnya, pada akhir April, militer Israel dilaporkan menyerang kapal-kapal armada di perairan internasional dekat pulau Kreta, Yunani, ketika konvoi tersebut terdiri dari 345 peserta dari 39 negara. Saat ini pihak berwenang Israel menyatakan telah mencegat armada di perairan internasional dan memindahkan aktivis ke Pelabuhan Ashdod untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berbagai kelompok hak asasi menuntut transparansi, akses konsuler bagi warga yang ditahan, dan penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran HAM tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut atas kondisi tahanan dan prosedur hukum yang diterapkan diharapkan menjadi sorotan komunitas internasional dalam hari-hari mendatang.





