Idrus Marham: Indonesia Tidak Menuju Krisis! Kita Sedang Membangun Ekonomi Sesuai Pancasila!

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua Umum Partai Golkar bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menegaskan bahwa Indonesia saat ini tidak berada dalam kondisi krisis, tetapi lebih kepada upaya penguatan ekonomi berbasis Pancasila. Pernyataan ini disampaikannya pada hari Minggu, 24 Mei 2026, dalam konteks situasi ekonomi global dan nasional yang sering kali dibandingkan dengan krisis ekonomi tahun 1998.
Pandangan Idrus tentang Ekonomi Indonesia
Idrus Marham berpendapat bahwa pandangan pesimistis yang berkembang belakangan ini sangat dipengaruhi oleh paradigma neoliberalisme, yang menjadikan pasar bebas sebagai penentu utama arah pengembangan ekonomi nasional. Menurutnya, kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan masa krisis sebelumnya.
“Indonesia memiliki fondasi ideologi ekonomi yang berbeda. Pancasila bukanlah liberalisme, dan juga bukan sosialisme. Ia adalah ideologi Wasathiyah atau jalan tengah yang mengakui tidak hanya hak-hak individual tetapi juga kepentingan sosial masyarakat,” ujarnya.
Peran Proyek Strategis Nasional
Idrus selanjutnya menyoroti kritik yang melontarkan bahwa proyek strategis nasional hanya merupakan proyek “prestise”. Ia menanggapi kritik tersebut dengan menekankan bahwa banyak proyek strategis yang membutuhkan investasi besar dengan masa pengembalian yang panjang, sehingga justru tidak menarik bagi swasta.
“Oleh karena itu, diperlukan peran aktif negara melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai instrumen intervensi ekonomi. BUMN tidak boleh dipandang sekadar entitas bisnis, tetapi harus berfungsi sebagai alat negara untuk menjaga stabilitas harga dan mendistribusikan energi secara merata,” jelas Idrus.
Pentingnya Kontrol Negara dalam Ekonomi
Idrus juga mengingatkan pentingnya kontrol negara dalam pengelolaan ekonomi. Ia menegaskan bahwa menyerahkan sepenuhnya nasib rakyat kepada mekanisme pasar bebas dapat berpotensi memperlebar ketimpangan ekonomi di masyarakat.
“Jika semuanya dibiarkan pada mekanisme pasar, maka yang kuat akan semakin dominan. Negara harus hadir untuk menjadi penyeimbang agar kesejahteraan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Kondisi ini menuntut kebijakan yang mengedepankan keadilan sosial dan pemerataan, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi Wasathiyah. Idrus Marham menekankan bahwa Indonesia saat ini sedang membangun model ekonomi yang lebih mandiri, berdaulat, dan memperhatikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Dengan landasan ideologi Pancasila yang kokoh, Idrus optimis bahwa Indonesia dapat menghindari jurang krisis dan lebih fokus pada pembangunan ekonomi yang inklusif di masa yang akan datang.





