Politik

Kasus Blueray Bongkar Kegagalan Pengendalian Sistemik DJBC!

Jakarta, Maret.id — Spesialis analisis kontra intelijen, Gautama Wiranegara, menilai bahwa kasus yang saat ini tengah dibahas mencerminkan gejala kegagalan pengendalian sistemik atau systemic control failure. Ia mengungkapkan bahwa jika keseluruhan isu ini ditelaah melalui perspektif Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan pola audit, maka tampak jelas adanya masalah pada pengendalian sistemik.

Gautama menekankan bahwa gejala kegagalan ini mendominasi dengan hadirnya operator teknis yang kuat, minimnya audit digital, dan adanya jalur komunikasi informal yang kian kuat. Dalam konteks ini, nama-nama yang sering muncul di persidangan menunjukkan pola hubungan yang berulang, menandakan adanya dugaan struktur operasional nonformal di bawah sistem resmi.

Pola Hubungan yang Berulang

Ia menambahkan bahwa individu-individu seperti Rizal, Orlando, dan Sisprian, serta relasi dengan forwarder, menunjukkan indikasi adanya struktur operasional informal yang telah eksis di dalam ekosistem resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). “Nama-nama yang selalu muncul memperlihatkan kemungkinan bahwa struktur operasional informal ini telah terlalu lama beradaptasi di bawah struktur resmi DJBC,” ungkap Gautama dalam wawancaranya di Jakarta.

Lebih jauh, jika dugaan ini benar, maka masalah yang terungkap saat ini bisa jadi hanya merupakan gejala dari isu yang lebih mendalam dan kompleks. Gautama berpendapat bahwa dalam konteks ini, siapapun yang menduduki posisi puncak lembaga, berpotensi menghadapi situasi serupa jika struktur informal masih memiliki kekuatan yang lebih dominan daripada sistem resmi.

Pentingnya Menggali Akar Masalah

“Apabila ini terbukti, maka siapa saja yang menjabat sebagai Direktur Jenderal akan sangat mudah untuk dimanfaatkan,” tegasnya. Gautama juga menyerukan agar fokus tidak hanya tertuju pada individu yang terlibat, melainkan juga pada mekanisme yang mendukung keberlangsungan pola tersebut.

Ia memperingatkan, “Jika akar masalahnya tidak disentuh, pola yang sama bisa kembali muncul dengan menggunakan nama dan aktor yang berbeda.” Penekanan ini menjadi penting mengingat kebutuhan untuk memperbaiki sistem agar tidak terulang di masa yang akan datang.

Gautama menekankan, jika pengawasan dan audit tidak diperkuat, serta jalur komunikasi informal tetap kuat, maka lembaga akan terus menghadapi tantangan yang serupa. Situasi ini memerlukan perhatian dan tindakan serius dari semua pihak terkait dalam rangka memperbaiki dan menegakkan integritas sistem yang ada.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button