Politik

Jemaah Haji Ditegaskan Disiplin dan Jaga Kesehatan Menuju Arafah!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Indonesia mengumumkan bahwa pada hari ke-34 pelaksanaan ibadah haji, jemaah haji Indonesia mulai bersiap untuk menuju Arafah. Proses ini dilaksanakan secara bertahap dan memiliki makna penting dalam rangkaian ibadah haji.

Pergerakan Menuju Arafah

Juru bicara Kemenhaj, Maria Ulfa Assegaf, menjelaskan bahwa pergerakan jemaah ke Arafah dibagi dalam tiga tahap. Tahapan tersebut dijadwalkan pada pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu setempat di Arab Saudi. Maria mengingatkan agar seluruh jemaah mematuhi jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, dan selalu mengikuti arahan dari petugas sektoral dan pembimbing ibadah.

Kepatuhan terhadap Ketentuan Ihram

Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga kepatuhan terhadap ketentuan ihram selama pelaksanaan ibadah. Bagi jemaah laki-laki, diingatkan untuk tidak menggunakan pakaian berjahit yang membentuk tubuh, serta tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat. Sementara itu, jemaah perempuan dilarang menutup wajah dengan cadar dan tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan selama dalam keadaan ihram.

Maria juga menegaskan pentingnya menjauhkan diri dari larangan ihram lainnya. Hal ini termasuk tidak memotong kuku, mencabut rambut, atau menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram. Ia menekankan bahwa menjaga lisan dan perilaku juga sangat penting agar ibadah dapat berlangsung khusyuk.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Jemaah

Di samping pemahaman tentang teknis ibadah, kesehatan jemaah juga menjadi perhatian utama. “Kami meminta seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan cukup istirahat, makan teratur, minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu,” ujar Maria. Ia menambahkan bahwa isyarat untuk menggunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman juga sangat penting untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca yang panas.

Maria juga mengingatkan agar jemaah segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan. Tegasnya, “Jangan memaksakan diri. Jika merasa lemas atau pusing, segera hubungi petugas kesehatan,” agar ibadah bisa berjalan dengan aman dan lancar.

Sebanyak 657 petugas Satgas Arafah ditempatkan di berbagai titik layanan untuk mendukung kelancaran operasional. Mereka terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, dan pengawas konsumsi, yang bertugas memastikan segala aspek transportasi dan akomodasi jemaah terkendali dengan baik.

Maria mengajak seluruh jemaah untuk saling peduli dan membantu selama menjalani ibadah haji. “Jika melihat jemaah yang tampak kebingungan atau terpisah dari rombongan, harap segera bantu dan laporkan kepada petugas terdekat,” ujarnya. Ia berharap agar semua jemaah Indonesia diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button