Widarto: Mitigasi Bencana Utama daripada Anggaran DPD PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk mewaspadai ancaman bencana saat peralihan musim dari kemarau panjang menuju musim hujan.
Menurut Widarto, besarnya anggaran tidak akan cukup untuk menangani bencana tanpa mitigasi yang tepat sejak dini.
“Seberapapun besar anggarannya tidak akan cukup untuk penanganan bencana. Untuk itu, mitigasi sebelum bencana jauh lebih penting,” tegas Widarto di Jember.
Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi dampak bencana. Mitigasi yang baik dinilai dapat mengoptimalkan penanganan meski anggaran yang tersedia terbatas.
Widarto juga menggarisbawahi kondisi tanah setelah kemarau panjang, terutama di kawasan lereng yang berisiko mengalami longsor saat hujan turun.
Kondisi tanah dan kemampuan lingkungan dalam menahan limpasan air harus diperhatikan sebelum intensitas hujan meningkat.
PDI Perjuangan Jember, lanjutnya, siap berpartisipasi dalam upaya mitigasi bencana. Salah satu langkah yang ditawarkan adalah membersihkan sampah di sungai untuk menjaga kelancaran aliran air.
“Untuk itu, dalam konteks ini PDI Perjuangan siap jika dilibatkan untuk mitigasi itu. Termasuk salah satunya bersih-bersih sampah di sungai,” ujarnya.
Beberapa kecamatan di Jember mengalami kekeringan selama kemarau panjang. Di wilayah Kecamatan Pakusari, misalnya, warga beberapa kali menerima pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.
Kepala Pelaksana BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyatakan bahwa kendaraan tangki air bersih disiapkan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga melakukan langkah kesiapsiagaan serupa.
Peralihan musim kini menuntut kesiapan yang berbeda, dari memastikan ketersediaan air bersih saat kemarau menjadi mengantisipasi banjir, longsor, dan dampak cuaca ekstrem ketika hujan tiba.
Mitigasi perlu diwujudkan dalam langkah konkret, mulai dari pemetaan titik rawan, pemeriksaan saluran air, hingga kesiapan personel dan peralatan.





