Politik

Manuver Perempuan Muda Bondowoso: Sinyal Politik PDIP

Jakarta, Maret.id — Di tengah hiruk pikuk politik, Bondowoso menjadi saksi kebangkitan generasi muda melalui pendekatan inovatif yang dipelopori oleh Funky Indraayu Shanti, istri Ketua DPC PDI Perjuangan setempat, Sinung Sudrajat. Dalam suasana yang akrab dan hangat, para perempuan muda di kota ini belajar tentang politik dengan cara yang berbeda.

Inspirasi Dari Dapur ke Digital

Di sebuah teras sederhana di Bondowoso, Shanti mengundang perempuan muda untuk berkumpul dan berdiskusi. Di sini, mereka tidak hanya membahas isu-isu ekonomi dan sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya partisipasi politik. Lutfiah Ayu Lestari, salah satu peserta yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Industri dan Ekonomi Kreatif, mengungkapkan, “Politik itu dimulai dari dapur. Ketika kita protes karena harga beras naik, itu sudah politik.”

Fitriyatul Hasanah, yang juga tergabung dalam gerakan ini dan menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Keagamaan, menekankan bahwa advokasi harus basing di realitas kehidupan sehari-hari. “Politik tanpa empati hanya jadi retorika,” katanya, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam politik.

Keterlibatan Generasi Z dalam Politik

Namun, suara generasi muda tak hanya datang dari perempuan. Andre Krisna Pratama, seorang pemuda berusia 27 tahun, kini memegang posisi strategis sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Sumber Daya di PAC Kota Bondowoso. Ia membawa angin segar lewat pendekatan digital, menyadari betapa pentingnya teknologi dalam era sekarang.

“Kita hidup di era AI, di mana informasi bisa menyebar dalam hitungan detik. Jika partai tidak melek digital, kita akan ketinggalan kereta,” ujar Andre. Ia percaya bahwa penggunaan data dan media sosial dapat memperkuat advokasi kerakyatan.

Komunitas yang Saling Mendukung

Gerakan ini tidak berjalan sendiri. Mereka saling terhubung dan mendukung, sering kali berkumpul di meja makan Shanti. Di sini, percakapan kecil melahirkan ide-ide besar, menjadikan politik sebagai tanggung jawab moral. Shanti menyatakan, “Saya ingin mereka ikut karena mereka merasa dibutuhkan.”

Dengan upaya dan kebersamaan ini, wajah-wajah muda di PDI Perjuangan Bondowoso bukan lagi sekadar pelengkap. Mereka bertransformasi menjadi motor penggerak perubahan, baik di dapur maupun di ranah digital. Kini, mereka menginspirasi dan memotivasi satu sama lain untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Di balik semua keberhasilan ini, Shanti meyakini bahwa perubahan terbesar sering kali dimulai dari hal-hal sederhana, seperti percakapan hangat di teras rumah dan sinergi antaranggota. Dalam suasana yang penuh semangat, mereka terus bertanya, “Apa yang bisa kamu lakukan untuk tetanggamu?” Dalam setiap langkahnya, mereka menunjukkan bahwa politik bukan hanya sekadar kekuasaan, tetapi tentang menjalin komunikasi dan memperjuangkan keadilan sosial untuk semua.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button