Politik

Purbaya Samakan Dirinya dengan Nabi Yusuf: Memicu Kontroversi di Tataran Menteri Keuangan!

Jakarta, Maret.id — Pernyataan tersebut disampaikan oleh Purbaya setelah mendengarkan khotbah Iduladha yang menyinggung tentang sosok Nabi Yusuf. Ia mengaitkan pesan dalam khotbah tersebut dengan tanggung jawab dalam mengelola keuangan negara.

“Saya baru ingat lagi, Nabi Yusuf itu Menteri Keuangan, kaya saya rupanya Menteri Keuangan,” ujar Purbaya usai melaksanakan salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada Rabu, 27 Mei 2026. Menurut Purbaya, isi khotbah tersebut sangat relevan dan mengingatkannya akan pentingnya menjalankan amanah dalam pengelolaan anggaran negara.

Pentingnya Pengelolaan Keuangan

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya mengungkapkan niat untuk menerapkan amar khotbah yang disampaikannya. “Nanti akan kita coba kerjakan. Pak Bimo (Dirjen DJP) nih, kerja keras sama Pak Minto (Dirjen DJPPR) juga,” imbuhnya. Ia yakin bahwa jika amanah tersebut dijalankan dengan baik, Indonesia dapat melangkah maju ke depan.

Selama acara Iduladha, Purbaya juga menyerahkan sapi kurban berjenis Simental Cross dengan bobot sekitar 868 kilogram kepada panitia kurban Masjid Salahuddin DJP. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya berkurban sapi di rumahnya yang terletak di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pengalihan Dana untuk Kurban

“Pasti ukurannya lebih besar, beratnya satu ton lebih,” ungkapnya mengenai sapi kurban yang dibeli dengan dana pribadi, termasuk dari bonus yang diterimanya. Purbaya mengkonfirmasi bahwa uang yang awalnya disiapkan untuk ibadah haji dialihkan untuk membeli hewan kurban karena rencananya untuk berangkat haji tahun ini batal.

“Kan lumayan tuh ada bonus. Jadi kita pakai ini, terus kan nggak jadi haji, uangnya ngumpul,” jelas Purbaya. Meskipun merasa sedih karena tidak dapat menjalankan ibadah haji tahun ini, ia mengaku tetap bisa menerima keadaan tersebut.

Harapan untuk Masa Depan

“Ya sedih, tapi memang belum rezeki, santai aja lah. Mudah-mudahan tahun depan bisa,” pungkasnya sembari menunjukkan sikap optimis. Pernyataan Purbaya ini memberikan gambaran tentang bagaimana pejabat publik tidak hanya menjalankan tugasnya secara profesional, tetapi juga tetap menjunjung nilai-nilai sosial dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button