Umat Muslim Rayakan Idul Adha Masjid Al Aqsa, Ketegangan Memanas, Pasar Anjlok!

Jakarta, Maret.id — Umat Muslim memadati halaman Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki Israel untuk memulai perayaan Idul Adha 1447 H yang digelar selama empat hari mulai Rabu.
Perayaan itu berlangsung di tengah ketegangan yang masih meliputi kawasan tersebut, dengan jamaah melaksanakan salat dan prosesi kurban sesuai tradisi agama Islam.
Rangkaian Ibadah dan Tradisi Kurban
Idul Adha diperingati untuk mengenang kesiapan Nabi Ibrahim AS menyembelih putranya, Ismail, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT.
Pada hari raya ini umat melakukan pemotongan hewan kurban dan mendistribusikan dagingnya kepada keluarga miskin dan mereka yang terdampak konflik.
Tradisi empat hari yang dijalankan di Al-Aqsa itu menjadi momen solidaritas masyarakat Palestina sekaligus pelaksanaan kewajiban ritual keagamaan.
Situasi Kemanusiaan di Tengah Gencatan Senjata
Perayaan Idul Adha tahun ini juga bertepatan dengan laporan pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung sejak Oktober 2025, menurut otoritas kesehatan di Gaza.
Otoritas kesehatan setempat mencatat lebih dari 880 orang tewas dan lebih dari 2.645 orang terluka dalam serangkaian serangan yang terjadi setelah kesepakatan gencatan senjata dicapai pada 10 Oktober 2025.
Kesepakatan tersebut awalnya dimaksudkan untuk menghentikan eskalasi perang yang sebelumnya telah menimbulkan korban besar di wilayah tersebut.
Menurut data yang beredar selama konflik, lebih dari 72.000 orang dilaporkan tewas sejak awal pertempuran besar, dengan proporsi signifikan di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, serta ratusan ribu luka-luka.
Dampak pada Infrastruktur dan Layanan Publik
Agresi militer yang berlangsung sejak Oktober 2023 juga menyebabkan kerusakan luas terhadap infrastruktur sipil di Jalur Gaza, hingga menimbulkan gangguan layanan dasar.
Laporan situasi menyebutkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil mengalami kerusakan, yang berdampak pada akses air bersih, listrik, pelayanan kesehatan, dan fasilitas pendidikan.
Kerusakan tersebut memperburuk kondisi hidup penduduk di wilayah kantong Gaza, terutama bagi keluarga yang telah kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.
Kondisi darurat membuat upaya distribusi bantuan serta akses layanan kesehatan menjadi tantangan besar bagi lembaga lokal dan internasional yang bekerja di lapangan.
Otoritas setempat menekankan kebutuhan segera untuk pemulihan fasilitas vital dan perlindungan warga sipil agar kegiatan keagamaan seperti Idul Adha dapat berlangsung lebih aman di masa mendatang.
Perayaan Idul Adha di Al-Aqsa tahun ini menjadi simbol keteguhan masyarakat yang tetap menjalankan tradisi dan ibadah di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
Komunitas lokal terus berupaya mempertahankan nilai-nilai sosial dan keagamaan sekaligus mencari jalan untuk mengurangi dampak kemanusiaan yang ditimbulkan oleh konflik berkepanjangan.





