Dunia

Iran Rampungkan Perbaikan 1.288 Sekolah Pasca Perang AS dan Israel, Waspada Ekonomi!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Iran menyatakan telah menyelesaikan pemulihan ratusan bangunan sekolah yang rusak akibat serangkaian serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari 2026.

Pemulihan Infrastruktur Pendidikan

Menteri Pendidikan Iran Alireza Kazemi mengumumkan total 1.288 gedung sekolah yang sempat rusak kini telah diperbaiki dan dinyatakan siap digunakan kembali untuk kegiatan belajar-mengajar. Keberhasilan rekonstruksi ini menurutnya berkat koordinasi antara kementerian, pemda setempat, dan dukungan lembaga filantropi serta donatur swasta.

Proses perbaikan mencakup pemulihan struktur bangunan, fasilitas sanitasi, serta peralatan dasar kelas yang sebelumnya rusak parah. Pekerjaan rekonstruksi dilaksanakan secara bertahap guna memastikan standar keselamatan dan kesiapan operasional sekolah.

Dampak Non-Fisik dan Tantangan Pemulihan

Kazemi menegaskan pemulihan fisik tidak otomatis menghapus kerugian non-fisik yang diderita pelajar dan tenaga pengajar. Dia mengingatkan bahwa gangguan psikologis, trauma, dan waktu pembelajaran yang hilang merupakan kerugian serius yang memerlukan intervensi khusus.

Menteri menekankan pentingnya layanan psikososial dan program remedial untuk memulihkan kapasitas belajar siswa yang terdampak. Selain itu ia menyerukan peningkatan sumber daya manusia di sekolah untuk menangani kebutuhan pendidikan pasca-konflik.

Skala Kerusakan dan Korban

Data kementerian mencatat sekitar 1.500 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan baik langsung maupun tidak langsung selama rentetan serangan belakangan ini. Satu fasilitas yang disebut mengalami dampak paling parah adalah Sekolah Shajareh Tayyebeh di wilayah Minab yang sempat rusak berat.

Kazemi juga mengungkapkan angka korban jiwa di kalangan sivitas pendidikan mencapai ratusan orang, dengan laporan 295 siswa dan 68 guru tewas akibat berbagai insiden di sejumlah lokasi. Tragedi di Minab tercatat sebagai salah satu yang paling memakan korban, dengan 168 siswa dan staf sekolah turut gugur.

Kebijakan Operasional Sekolah dan Pengamanan

Sebagai respons terhadap gangguan luas terhadap proses pembelajaran, pemerintah memperketat aturan operasional yang mengatur pembukaan dan penutupan kegiatan belajar-mengajar. Semua sekolah diwajibkan untuk memperoleh izin resmi dari Kementerian Pendidikan sebelum menghentikan atau menutup kegiatan pembelajaran.

Langkah ini juga disertai upaya peningkatan protokol pengamanan sekolah serta pemantauan berkala terhadap kondisi keamanan di daerah-daerah rawan. Kementerian mendorong kerja sama antarlembaga untuk menjaga kelangsungan pendidikan sekaligus melindungi keselamatan pelajar dan staf.

Langkah Pemulihan Jangka Panjang

Pakar pendidikan dan pihak berwenang di Iran menilai pemulihan jangka panjang harus melibatkan perencanaan kurikulum remedial dan program dukungan mental yang terintegrasi. Investasi pada pendidikan dinyatakan krusial untuk memastikan regenerasi sumber daya manusia dan stabilitas sosial pasca-konflik.

Menteri Kazemi menyerukan komitmen berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan hak belajar seluruh anak tetap terlindungi dalam situasi apa pun. Pemerintah juga menyatakan akan memprioritaskan program rekonstruksi lanjutan dan penguatan kapasitas sekolah di wilayah terdampak.

Kondisi di lapangan menurut pengamat masih memerlukan perhatian intensif, terutama terkait pemulihan traumatik dan pemenuhan kebutuhan pendidikan yang terputus. Pihak terkait diharapkan terus memantau efektivitas program remedial serta memastikan akses pendidikan yang aman dan berkelanjutan bagi semua pelajar.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button