Olahraga

Glenn Hoddle Tantang Thomas Tuchel Pilih Henderson dan Abaikan Wharton!

Jakarta, Maret.id — Mantan manajer timnas Inggris, Glenn Hoddle, melontarkan kritik tajam terhadap Thomas Tuchel terkait ketidakmasukan Adam Wharton ke dalam skuad Piala Dunia. Pemain muda berbakat Crystal Palace ini berhasil mengantar klubnya meraih kemenangan bersejarah di ajang kontinental hanya beberapa hari setelah namanya tidak dipilih dan digantikan oleh Jordan Henderson dalam turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat.

Keputusan Kontroversial Thomas Tuchel

Hoddle tidak ragu untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap keputusan Tuchel yang dinilai merugikan tim nasional Inggris. Dia menyoroti ketidakberdayaan gelandang 22 tahun tersebut untuk mendapatkan tempat di skuad Piala Dunia meski telah menunjukkan performa luar biasa bersama Palace di Selhurst Park. Penampilannya yang gemilang di Leipzig, ketika membantu tim asuhan Oliver Glasner mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 dalam laga Conference League, hanya menambah deretan argumen Hoddle yang berpendapat bahwa Wharton pantas mendapat ruang di jajaran timnas.

Menggugat Pemilihan Pemain Senior

Diskusi publik semakin hangat seiring dengan pemilihan Tuchel yang lebih mengedepankan gelandang Brentford berusia 35 tahun, Henderson, sebagai pilihan utama. Hoddle mempertanyakan logika di balik keputusan tersebut saat berkomentar di TNT Sports, menegaskan bahwa kemampuan Wharton untuk membuat umpan-umpan mematikan seharusnya membuatnya tak terlewatkan. Eks manajer tersebut secara eksplisit menyatakan ketidakpahaman terhadap pemilihan Henderson, dengan menyatakan, “Jika Anda ingin dia melakukan tugas seperti itu, sebaiknya dia ditunjuk sebagai pelatih.”

Hoddle menegaskan pentingnya mantan pemain akademi Blackburn ini, menegaskan bahwa Wharton tampil konsisten sepanjang musim, memperlihatkan kebolehan luar biasa di lapangan. “Selamat untuknya, ini pukulan besar tidak bisa ikut ke Piala Dunia, tapi dia menutup musim dengan performa yang sangat bagus,” tegas Hoddle, menambahkan bahwa keputusan ini mungkin menjadi langkah mundur bagi perkembangan karier internasional Wharton.

Dukungan dari Mantan Rekan Setim

Joel Ward, mantan rekan setim Wharton di Crystal Palace, juga menyuarakan pendapat yang sejalan dengan Hoddle. Ward percaya bahwa Wharton memiliki teknis dan kepiawaian yang cukup untuk bersaing di tingkat internasional, meski akhirnya tidak terpilih. Saat berbicara kepada The Sun, dia mengemukakan, “Apa yang dia bawa ke tim, cara dia bermain, dan kecerdasannya, saya yakin dia pasti bisa masuk ke sana dan akan baik-baik saja.”

Keberhasilan Wharton dalam menjalani musim memungkinkan Palace untuk bersaing di Liga Europa musim depan. Dengan komposisi skuad yang terdiri dari Declan Rice, Morgan Rogers, Elliot Anderson, Jude Bellingham, Eberechi Eze, dan Kobbie Mainoo, Ward mengakui bahwa persaingan sangat ketat tetapi optimis akan kemajuan karier Wharton di tim nasional.

Persiapan Menyambut Musim Panas

Meskipun mengalami kekecewaan di level internasional, Wharton kini harus bersiap menghadapi masa transisi yang krusial dalam lingkup domestik. Klub asal London Selatan ini tengah berupaya menyelesaikan proses penunjukan manajer baru setelah kepergian Glasner. Penantian ini menuntut kesabaran serta strategi dalam mempertahankan para bintang dalam menghadapi kompetisi Liga Europa yang menantang di depan.

Dengan tidak dimasukkannya nama dalam skuad akhir untuk Piala Dunia, Wharton bisa lebih fokus mempersiapkan diri dan menikmati liburan musim panas yang lebih panjang. Sambil bersantai, ia akan berupaya kembali dengan semangat baru untuk memimpin Crystal Palace dalam kampanye ambisius di kancah Eropa di musim yang akan datang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button