Politik

Banpres Sapi Alihkan Belanja Negara Langsung ke Peternak!

Jakarta, Maret.id — Menurut Ramadhan Pohan, seorang Pengajar Komunikasi Politik dan mantan pimpinan Komisi I DPR RI, program sapi Banpres akan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan jika pengadaan dilakukan melalui peternak lokal. “Manfaat ekonominya nyata bila sapi dibeli dari peternak lokal. Banpres sapi memindahkan belanja negara langsung ke peternak lokal, bukan ke impor atau rantai distribusi panjang,” ungkapnya dalam pernyataan tertulis.

Mengurangi Dominasi Tengkulak dan Menggerakkan Ekonomi Lokal

Rampo menjelaskan bahwa dengan mengadakan sapi dari daerah, negara dapat memangkas dominasi tengkulak sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. “Jika pengadaan dilakukan langsung atau sedekat mungkin dari peternak daerah, maka negara ikut memangkas dominasi tengkulak, memberi harga jual lebih baik bagi peternak, menggerakkan transportasi lokal, jasa perawatan, pemeriksaan kesehatan hewan, jagal, panitia masjid, dan distribusi daging,” tambahnya.

Ia juga menyoroti dampak positif dari program ini terhadap akses gizi masyarakat. “Distribusi daging kurban sangat membantu masyarakat yang jarang mengonsumsi protein hewani karena harga daging yang mahal,” kata Rampo. Menurutnya, keberadaan program ini sangat relevan dalam konteks pemenuhan kebutuhan protein hewani di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Pendapatan dan Gizi Masyarakat

Rampo menyebutkan bahwa satu ekor sapi besar dapat menghasilkan sekitar 250 kilogram daging layak konsumsi. Dengan total 1.098 sapi yang diprogramkan, diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 274 ton daging, setara dengan 2,7 juta porsi masing-masing 100 gram. Meski bukan solusi permanen untuk gizi nasional, sebagai distribusi musiman, dampaknya sangat berarti untuk masyarakat yang jarang membeli daging.

“Daging kurban masuk ke masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan. Dalam konteks harga daging yang mahal bagi sebagian keluarga, bantuan protein hewani bukan sekadar simbol, tetapi bantuan konsumsi,” jelasnya. Ia menekankan bahwa program sapi Banpres menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan rakyat, serta meningkatkan akses terhadap pangan bergizi.

Intervensi Sosial-Ekonomi yang Strategis

Lebih lanjut, Rampo menilai bahwa program sapi Banpres seharusnya dipahami sebagai intervensi sosial-ekonomi yang menyasar beberapa tujuan sekaligus. “Banpres sapi layak dipahami bukan hanya sebagai ‘Qurban Presiden’, melainkan sebagai intervensi sosial-ekonomi musiman yang menyasar tiga tujuan sekaligus: distribusi pangan bergizi, penguatan peternak lokal, dan pemerataan manfaat ke daerah,” ucapnya.

Menurutnya, program sapi Banpres mencerminkan karakter kebijakan populis-humanis yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. “Banpres sapi di momen Idul Adha perlu dibaca sebagai bagian dari kebijakan yang mencerminkan karakter populis-humanis Presiden Prabowo: negara hadir langsung, menyentuh kebutuhan dasar rakyat, dan menggerakkan ekonomi kecil di bawah,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button