Politik

Eri Irawan Luncurkan Manuver Smart Lighting Surabaya

Jakarta, Maret.id — Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menyerukan agar Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memperluas penerapan teknologi smart lighting. Program ini terkait dengan pemasangan 10.000 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) baru yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Penerapan Teknologi Smart Lighting untuk PJU

Eri Irawan menekankan pentingnya mengimplementasikan teknologi smart lighting dalam upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan penerangan jalan. Hal ini juga diharapkan dapat mempercepat respons terhadap gangguan yang terjadi di lapangan.

“Dari total titik yang akan dipasang, belum semuanya menggunakan teknologi smart lighting. Sejumlah lampu PJU yang ada saat ini masih konvensional dan memerlukan pembaruan sistem,” kata Eri pada pernyataannya, Sabtu (30/5/2026).

Keunggulan Sistem Smart Lighting

Sistem smart lighting diketahui memiliki keunggulan dalam hal respon terhadap gangguan lampu. Dengan teknologi ini, setiap penurunan pencahayaan atau kerusakan pada lampu dapat memberikan notifikasi otomatis kepada pusat kendali di Dishub.

“Melalui inovasi ini, Dishub tidak perlu menunggu laporan dari masyarakat mengenai lampu yang padam atau bermasalah. Ketika ada penurunan pencahayaan, notifikasi akan langsung muncul di server mereka,” jelas Eri.

Inventarisasi PJU dan Pertimbangan Fiskal

Eri Irawan menyampaikan bahwa Komisi C DPRD Surabaya meminta Dinas Perhubungan untuk melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap kondisi PJU di kota. Khususnya, yang telah memasuki masa perbaikan atau memerlukan penggantian dengan sistem smart lighting yang baru.

“Kami meminta Dishub untuk menginventarisasi mana saja PJU yang telah waktunya diperbaiki. Program pemasangan 10.000 titik PJU baru ini adalah momen penting untuk mentransformasi sistem penerangan jalan,” tegasnya.

Namun, Eri mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah. Hal ini penting untuk memastikan bahwa proyek ini dapat dilaksanakan secara optimal tanpa mengganggu prioritas pembangunan lainnya.

“Kami berharap pemasangan 10.000 titik PJU baru tahun ini bisa difokuskan pada penggunaan smart lighting, tentunya dengan mempertimbangkan kapasitas anggaran yang ada,” imbuhnya.

Selain itu, Eri juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola sumber daya manusia (SDM) dalam operasional dan pemeliharaan sistem penerangan jalan.

“Optimalisasi SDM adalah kunci agar seluruh manfaat dari teknologi yang ada dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. Kami perlu memastikan bahwa manajemen SDM dapat berjalan seiring dengan teknologi yang telah diterapkan,” pungkasnya.

DPRD Surabaya, melalui Komisi C, berharap pengembangan sistem smart lighting ini dapat menjadi bagian dari upaya untuk mewujudkan layanan publik yang lebih responsif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button