Timwas DPR Soroti Kinerja Kemenhaj dalam Pengelolaan Puncak Haji 2026!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) berhasil melaksanakan fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dalam pelaksanaan ibadah haji dengan jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Keberhasilan ini menjadi penanda bahwa proses haji 2026 telah berjalan sesuai dengan harapan.
Evaluasi Pelayanan Haji
Anggota Tim Pengawasan Haji DPR, Danang Wicaksana, menekankan pentingnya menjaga kinerja selama masa kritis ibadah haji. Menurut Danang, berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan petugas haji berkontribusi signifikan terhadap kelancaran pergerakan dan pelayanan jamaah di Tanah Suci.
Meski fase puncak pelaksanaan ibadah haji telah terlewati, Danang mengingatkan bahwa tugas para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tetap berlanjut. Ia meminta para petugas untuk tetap fokus memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh rangkaian ibadah berakhir dan seluruh jamaah kembali ke Tanah Air.
Pentingnya Layanan Berkualitas
“Puncak haji memang sudah terlewati, namun pelayanan kepada jamaah harus tetap menjadi prioritas hingga proses pemulangan selesai. Jangan sampai terjadi penurunan kualitas layanan setelah fase Armuzna,” ujar Danang dalam keterangannya.
Anggota dari Partai Gerindra ini berharap agar kualitas akomodasi pemondokan tetap menjaga kenyamanan bagi jamaah yang masih berada di Tanah Suci. Selain itu, ia menekankan bahwa layanan konsumsi di Makkah dan Madinah harus diawasi dengan ketat agar kebutuhan jamaah dapat terpenuhi dengan baik.
Transportasi dan Konsultasi Jamaah
Danang juga memberikan perhatian khusus terhadap operasional bus shalawat yang kembali berfungsi. Ia berharap pelayanan yang optimal dapat diberikan bagi jamaah di Kota Makkah, khususnya untuk mendukung mobilitas mereka menuju Masjidil Haram.
Aspek transportasi antarkota juga perlu diperhatikan, terutama untuk perjalanan jamaah dari Makkah menuju Madinah. Menurut Danang, faktor ketepatan jadwal, kenyamanan, dan keselamatan selama perjalanan harus tetap dijadikan prioritas.
“Begitu pula dengan proses penerbangan jamaah ke Tanah Air. Semua harus dipastikan berjalan lancar, tepat waktu, dan mengutamakan keselamatan serta kenyamanan jamaah,” tandas Danang Wicaksana.





