Menteri PU Tegaskan Progres Konstruksi Sekolah Rakyat Lombok Utara Hanya 45 Persen!

Jakarta, Maret.id — Dalam kunjungan kerjanya, Dody mengatakan bahwa ia meminta percepatan pekerjaan untuk Sekolah Rakyat Lombok Utara agar dapat segera difungsikan pada tahun ajaran 2026/2027. Dody menekankan bahwa proyek ini menjadi salah satu prioritas utama di Nusa Tenggara Barat (NTB) karena telah menunjukkan kesiapan lahan dan progres pembangunan yang lebih baik dibandingkan lokasi lainnya.
Proyek Sekolah Rakyat sebagai Prioritas
Dody menyatakan, “Ini akan jadi tumpuan Sekolah Rakyat di NTB. Yang lain masih menghadapi berbagai kendala kesiapan lahan dan akses.” Ia pun mengharapkan bahwa progres pembangunan dapat terus dipercepat sehingga siswa sudah dapat memulai kegiatan belajar mengajar di tempat tersebut.
Dody mengakui mendapatkan kejutan positif terkait percepatan pembangunan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Progres fisik proyek tersebut hingga Jumat tercatat mencapai 45,42 persen, yang menunjukkan peningkatan signifikan. “Bagus, keren. Progresnya melesat. Saya surprise, nggak ngira secepat ini,” ungkap Dody.
Dukungan TNI dalam Pembangunan
Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh TNI dalam mempercepat pembangunan melalui penambahan personel dan koordinasi di lapangan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor krusial untuk menyalurkan program-program prioritas nasional dengan baik. Dody menambahkan, “Saya berterima kasih atas dukungan TNI dan seluruh pihak yang terus bekerja keras di lapangan.”
Sekolah Rakyat Provinsi NTB direncanakan dibangun di atas lahan seluas 6,71 hektare dengan total luas bangunan mencapai 28.445,78 meter persegi. Kompleks pendidikan ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti SD, SMP, SMA, asrama siswa dan guru, masjid, kantin, gedung serbaguna, serta lapangan olahraga.
Strategi Percepatan Pembangunan
Dengan anggaran sebesar Rp241,97 miliar yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), proyek ini dikejar melalui serangkaian strategi percepatan. Di antaranya adalah penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, penerapan sistem kerja dua hingga tiga shift, serta pengadaan material yang dipercepat. Dody menyebutkan bahwa perubahan metode konstruksi juga diperlukan agar pekerjaan dapat berlangsung lebih efisien.
Menyusul dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh berbagai pihak, ia berharap proyek ini nantinya bisa memenuhi target penyelesaian yang telah ditetapkan. “Semangat gotong royong seperti ini yang dibutuhkan agar target penyelesaian dapat tercapai,” pungkas Dody, menutup pernyataannya.





