Haedar Nashir Desak Warisi Semangat Persatuan dari Ryamizard Ryacudu!

Jakarta, Maret.id — Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengungkapkan duka mendalam atas kepergian Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan dan purnawirawan TNI, yang meninggal dunia pada Senin, 31 Mei 2026, di usia 76 tahun di RSPAD Gatot Soebroto. Haedar mendoakan agar almarhum mendapat husnul khatimah dan diterima di sisi Allah SWT dengan rahmat dan kasih sayang-Nya.
Pengabdian dan Komitmen Terhadap Bangsa
Ryamizard Ryacudu dikenal sebagai sosok yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selama menjabat, ia menunjukkan integritas dan dedikasi yang tinggi dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara, yang diakui oleh banyak kalangan.
Haedar menyatakan, “Integritas serta dedikasinya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya.” Selama hidupnya, almarhum merupakan figure yang aktif dalam menjalin komunikasi dengan berbagai elemen bangsa.
Perhatian Terhadap Masyarakat
Ryamizard juga dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap kehidupan masyarakat. Ia sering kali melakukan kunjungan dan silaturahmi dengan berbagai pihak, termasuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah, untuk berdiskusi mengenai isu-isu strategis kebangsaan serta upaya memperkuat persatuan nasional.
Dalam pernyataannya, Haedar menekankan pentingnya dialog yang dibangun oleh Ryamizard dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. “Beliau selalu berusaha untuk menjalin kedekatan dan komunikasi dalam rangka mencari solusi yang baik bagi masyarakat,” ujar Haedar.
Duka Mendalam dari Keluarga dan Rekan-rekan
Haedar juga menyampaikan harapannya agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Ia meminta semua pihak untuk mendoakan almarhum agar diterima seluruh amal kebaikannya.
“Untuk seluruh pengabdian dan jasa-jasanya, kita semua patut bersyukur. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikan almarhum dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” pungkas Haedar. Ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya komitmen dan pengabdian kepada bangsa.





