Gibran Tegaskan Peserta Lemhanas Harus Peka Terhadap Kondisi Masyarakat!

Jakarta, Maret.id — Pembekalan kepemimpinan untuk peserta dari beragam elemen pemerintahan, TNI, Polri, sektor swasta, serta organisasi kemasyarakatan, berlangsung dalam program pendidikan kepemimpinan nasional yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI. Kegiatan ini also melibatkan peserta mancanegara yang sedang mengikuti program tersebut.
Sejalan dengan Asta Cita Presiden
Kegiatan ini sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terfokus pada upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, serta berorientasi pada pelayanan publik. Upaya ini juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dalam pembekalannya, menekankan pentingnya kepekaan calon pemimpin terhadap kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Dia menegaskan bahwa kebijakan yang baik tidak hanya berasal dari perencanaan yang matang tetapi juga dari pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan persoalan di lapangan.
Penekanan pada Kepekaan Sosial
“Sebagai para calon pemimpin, harus ada kepekaan terhadap apa yang terjadi di akar rumput,” ungkap Gibran. Dia mengambil contoh terkait penyederhanaan regulasi distribusi pupuk yang sebelumnya mengalami banyak tumpang tindih aturan yang menyulitkan petani. Menurutnya, masalah tersebut hanya bisa dipahami jika pemimpin mau hadir dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.
Gibran juga menyebutkan, “Coba bayangkan 145 regulasi terkait pupuk. Sudah sulit, mahal, dan kadang barangnya tidak ada. Kita tidak ingin itu terjadi lagi.” Ini menunjukkan betapa pentingnya pemimpin memahami kondisi riil masyarakat dalam perumusan kebijakan yang relevan.
Mendorong Komunikasi yang Intensif
Wakil Presiden juga mengajak para peserta Lemhannas untuk lebih sering turun ke lapangan, membangun komunikasi intensif dengan masyarakat. Hal ini penting untuk memperoleh gambaran yang nyata tentang berbagai tantangan yang dihadapi di daerah.
“Ketika saya di lokasi, saya selalu menyempatkan untuk berdiskusi dengan kepala desa, nelayan, dan petani. Keluhan mereka pasti banyak. Ini yang harus kita tindak lanjuti,” ujarnya. Gibran juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik dalam proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dia menegaskan, “Bapak Ibu harus peka terhadap kondisi terkini. Bangun komunikasi yang baik, agar setiap langkah, setiap eksekusi kebijakan dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan dapat diterima oleh mereka.” Pesan ini mencerminkan komitmen untuk menciptakan kebijakan yang tidak hanya efektif tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat luas.





