Politik

Pertamina Buktikan Kinerja Gemilang, Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional!

Jakarta, Maret.id — Pengamat Strategi Intelijen Keuangan dan Ekonomi Universitas Indonesia, Chabibi Syaefuddin, menilai bahwa tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi terhadap Pertamina menunjukkan bahwa kebijakan perusahaan energi tersebut selaras dengan harapan publik. Menurutnya, indikator ini menjadi bukti nyata bahwa Pertamina mampu mengelola dan menjaga stabilitas distribusi energi nasional secara berkelanjutan.

Di tengah ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi harga minyak dunia, Pertamina berhasil meredam kepanikan masyarakat. Kebijakan manajemen yang menetapkan harga BBM penugasan seperti Pertalite dan Bio Solar terbukti efektif sebagai bantalan ekonomi di saat-saat sulit.

Kepuasan Publik Terhadap Pelayanan Pertamina

Chabibi Syaefuddin, yang akrab disapa Paijo, menegaskan bahwa keberhasilan Pertamina dalam menjaga ketenangan di SPBU dan SPBE sangat signifikan. Sebelumnya, Direktur Utama Citra Nasional Network (CNN), Muhammad Sutisna, mengungkapkan hasil survei yang dilakukan antara 4-17 April 2026. Survei ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan operasional dan komunikasi Pertamina mencapai 83,7 persen.

Riset ini melibatkan 1.580 responden yang merupakan pengguna aktif Bio Solar, Pertalite, dan LPG 3 kg dari berbagai wilayah di Indonesia. Metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,47 persen digunakan dalam penelitian ini.

Data Kepuasan dan Layanan SPBU

Hasil survei menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat terhadap pasokan BBM dan LPG secara berkala mencapai 83,6 persen. Selain itu, tingkat kepuasan layanan di SPBU tercatat sebesar 87,1 persen. Aspek penampilan performa operator SPBU bahkan mencapai angka 88,3 persen, cerminan dari komitmen Pertamina terhadap kualitas pelayanan.

Sebanyak 81,2 persen masyarakat menyatakan kepuasan yang tinggi terhadap kebijakan penahanan harga Pertalite dan Bio Solar, yang tetap konsisten meski terdapat fluktuasi harga global. Di sisi lain, data juga menunjukkan bahwa 67,7 persen masyarakat memperoleh pasokan LPG 3 kg melalui warung atau toko kelontong terdekat.

Transformasi Digital Pertamina

Transformasi digital yang diadopsi oleh Pertamina juga mendapatkan tanggapan positif dari publik. Skema digitalisasi dianggap mampu menghadirkan transparansi yang selama ini diharapkan. Menurut survei, 78,2 persen responden menilai sistem pendataan distribusi energi saat ini jauh lebih tertata dan terukur.

Kebijakan digitalisasi ini tampaknya melahirkan gelombang dukungan baru dari masyarakat, khususnya kelas bawah. Sebanyak 85,2 persen responden mendukung penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian BBM subsidi. “Ini bertujuan agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran,” ungkap Muhammad Sutisna dalam rilisnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button