Ririk Wahyumawati Sinyalkan Stabilitas Harga Sembako!

Jakarta, Maret.id — Anggota DPRD Trenggalek, Ririk Wahyumawati, melakukan tinjauan terhadap harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Munjungan. Hasil pemantauan ini menunjukkan bahwa harga sembilan bahan pokok (sembako) masih stabil, meskipun beberapa komoditas pendukung Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan kenaikan yang masih dalam batas wajar.
Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terjaga
Ririk Wahyumawati, yang merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, mengkonfirmasi bahwa harga kebutuhan pokok di Pasar Munjungan berada dalam kondisi stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Peninjauan tersebut dilakukan pada Kamis (4/6/2026) untuk mendapatkan gambaran langsung tentang perkembangan harga berbagai komoditas serta menyerap aspirasi dari para pedagang dan masyarakat sekitar.
Menurut Ririk, keberadaan pasar tradisional sangat penting untuk memantau kondisi ekonomi masyarakat. Hal ini menggarisbawahi perlunya wakil rakyat untuk terjun langsung ke lapangan guna mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. “Pasar tradisional adalah denyut nadi perekonomian rakyat. Kami perlu mendengar langsung keluhan serta harapan dari pedagang maupun pembeli, terutama terkait stabilitas harga kebutuhan pokok,” ucapnya.
Hasil Pemantauan Harga Sembako
Dalam kunjungannya, Ririk meneliti harga sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, telur, serta berbagai sayuran dan rempah. Dari hasil pemantauan tersebut, ia menilai harga-harga ini masih terjaga dan tidak menunjukkan gejolak yang dapat memberatkan masyarakat. “Hasil pantauan kami menunjukkan bahwa semua harga bahan pokok masih aman dan relatif stabil,” tegasnya.
Meskipun demikian, Ririk mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa jenis sayur dan buah yang sering digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Namun, ia menekankan bahwa kenaikan harga tersebut masih dalam batas yang dapat diterima dan belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat. “Yang agak mahal justru sayur atau buah yang digunakan untuk menu MBG. Untuk bawang dan cabai, harganya masih aman,” jelasnya.
Langkah Pengawasan dan Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Ririk menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di Trenggalek. Jika terjadi gejolak harga yang dapat mengganggu stabilitas pasar, DPRD berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mengambil langkah-langkah pengendalian. “Jika terdapat harga sembako yang tidak stabil, kami akan segera melaporkannya kepada pemerintah daerah, terutama untuk tindakan dari OPD teknis,” tuturnya.
Namun, hingga saat ini, ia mencatat bahwa kondisi pasar masih relatif kondusif, sehingga belum diperlukan intervensi melalui operasi pasar. Berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, lonjakan harga biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan atau akhir tahun, terutama pada komoditas cabai yang kerap mengalami kenaikan signifikan. “Sebelum tahun baru dan hari raya, harga cabai bisa melambung lebih dari Rp100 ribu per kilogram. Di luar momentum tersebut, insya Allah kondisi masih aman,” tambahnya.
Kunjungan ini juga dijadikan sebagai kesempatan untuk menyerap berbagai masukan dari pedagang mengenai kondisi pasar. DPRD berharap agar stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok terus terjaga, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik. Melalui pemantauan langsung, DPRD Trenggalek menggarisbawahi komitmennya untuk mendukung kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, serta memastikan bahwa harga tetap stabil demi meningkatkan kesejahteraan warga.





