Istana Tegaskan Nanik S Deyang Dipilih untuk Awasi Ketat SOP dan Kualitas MBG!

Jakarta, Maret.id — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pengalaman Nanik S Deyang dalam jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu pertimbangan utama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pengangkatannya sebagai pemimpin baru lembaga tersebut.
Pengalaman dan Keterlibatan Langsung
Nanik telah menjabat sebagai wakil kepala BGN selama beberapa bulan terakhir, yang memberinya waktu untuk memahami secara mendalam tantangan dan kebutuhan reformasi dalam lembaga tersebut. “Beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di badan gizi nasional,” ujar Prasetyo dalam pernyataannya di Jakarta.
Ketegasan dan Disiplin Kerja
Pemerintah menekankan pentingnya ketegasan Nanik dalam menerapkan disiplin kerja di lingkungan BGN. Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring yang dilakukan, Nanik diakui konsisten dalam mengawal penerapan standar operasional prosedur (SOP) serta tata kelola lembaga. “Beliau sangat tegas dalam hal kedisiplinan dalam menjalankan SOP-SOP,” tandas Prasetyo, menambahkan bahwa ketegasan ini mencakup bukan hanya aspek manajerial, tetapi juga kualitas makanan yang disalurkan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 2 Juni 2026 telah memberhentikan Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Nanik S Deyang ditunjuk sebagai pengganti Dadan, sementara posisi wakil kepala dipercayakan kepada Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Pentingnya Manajemen Kualitas Makanan
Dalam menjalankan tugasnya, Nanik diharapkan dapat menjaga disiplin yang ketat dalam manajemen BGN dan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. “Kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di badan gizi nasional sangat penting untuk menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat,” jelas Prasetyo.
Dengan pengalaman yang sudah dimilikinya, serta komitmen terhadap disiplin kerja dan kualitas, pemerintah optimis bahwa Nanik akan mampu membawa perubahan positif bagi Badan Gizi Nasional. Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pergantian ini menunjukkan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas dan integritas program gizi di Indonesia.





