Politik

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol Ungkap Jaringan Kejahatan Internasional!

Jakarta, Maret.id — Penangkapan sebanyak 320 warga negara asing (WNA) yang terlibat dalam sindikat judi online internasional menjadi sorotan tajam publik. Langkah ini dianggap sebagai dukungan nyata terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas kejahatan yang merusak tatanan masyarakat.

Operasi Besar Penegakan Hukum

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai operasi tersebut sebagai tindakan yang sangat signifikan dan kompleks. “Penangkapan terhadap 320 WNA ini merupakan pengungkapan terbesar dalam sejarah pemberantasan judi online di Indonesia dan patut diapresiasi,” ujarnya dalam sebuah keterangan resmi yang diterima media pada Jumat, 5 Juni 2026.

Keberhasilan operasional ini menunjukkan keuletan serta kemampuan analisis yang mumpuni dari jajaran Subdit 3 Ditipidum Bareskrim Polri. Sugeng menegaskan bahwa operasi dengan target ratusan orang ini tidaklah mudah dan membutuhkan perencanaan yang matang serta koordinasi lintas sektoral yang solid untuk mencapai keberhasilan.

Kolaborasi antar Instansi

Sugeng juga menyoroti peranan penting keterlibatan unsur Brimob serta kerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi. Kolaborasi ini menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan operasi yang dilaksanakan di sebuah gedung di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, pada 9 Mei 2026.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa pelaku yang ditangkap berasal dari berbagai negara. Jumlahnya mencakup 228 WNA Vietnam, 57 WNA China, 13 WNA Myanmar, 11 WNA Laos, lima WNA Thailand, serta masing-masing tiga WNA Malaysia dan Kamboja.

Proses Hukum Berlanjut

Saat ini, 320 WNA tersebut telah ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di wilayah Jakarta. Sementara itu, satu warga negara Indonesia yang ikut diamankan masih menjalani proses hukum di Bareskrim Polri. Sugeng menambahkan bahwa pengamanan yang dilakukan selama operasi ini patut mendapat penghargaan, mengingat operasinya berlangsung tanpa menimbulkan gangguan keamanan yang berarti di masyarakat.

“Kerja keras tim yang berhasil mengamankan para pelaku benar-benar layak diapresiasi, dan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas kejahatan lintas negara,” tutup Sugeng.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button