Istana Tegaskan Menkeu dan Gubernur BI Tak Terancam Pencopotan!

Jakarta, Maret.id — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada rencana penggantian pejabat dalam jajaran pemerintahan, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Pernyataan ini disampaikan usai rapat koordinasi dengan DPR dan Kementerian Lembaga terkait di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Rumor Penggantian Pejabat Ditanggapi Tegas
Prasetyo menampik rumor yang beredar mengenai kemungkinan penggantian menteri dan pejabat tinggi lainnya. “Lho siapa yang mau mengganti? Nggak ada yang mau mengganti. Berkali-kali kami sampaikan bahwa rumor itu tidak benar, rumor itu tidak ada, rencana itu tidak ada,” ujarnya.
Meskipun terdapat desakan akan evaluasi terhadap kinerja kedua pejabat tersebut, Prasetyo menekankan fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat ketahanan ekonomi nasional, khususnya di tengah tantangan geopolitik dan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini.
Pelemahan Nilai Tukar Rupiah dan IHSG
Kondisi ekonomi saat ini memang cukup memprihatinkan, dengan nilai tukar rupiah yang melemah hingga mencapai Rp18.000 per Dolar Amerika Serikat. Tekanan ini juga tampak pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan signifikan selama pekan lalu.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat terkoreksi 8,69 persen dan ditutup pada level 5.594, merosot dari posisi sebelumnya di angka 6.127. Hal ini menambah kekhawatiran masyarakat akan stabilitas ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan.
Strategi Koordinasi untuk Menghadapi Tantangan Ekonomi
Prasetyo menegaskan bahwa dalam situasi ini, pemerintah perlu memperkuat koordinasi di antara otoritas yang mengelola ekonomi. “Kita harus memperkuat koordinasi di antara otoritas-otoritas apa, yang mengelola ekonomi. Dan hari ini adalah tindak lanjut,” tambahnya.
Dalam situasi yang sulit seperti sekarang, intensitas kerjasama antar lembaga harus diperkuat untuk memastikan perekonomian dapat bergerak ke arah yang lebih baik. Penegasan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengatasi masalah yang ada, tetapi juga untuk membangun fondasi yang lebih kokoh bagi ekonomi Indonesia.





