Politik

Mubes V Kosgoro 1957 Dihadang Penolakan Kuat dari Berbagai Daerah!

Jakarta, Maret.id — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 di Jakarta menuai kritik tajam dari sejumlah pengurus daerah. Banyak yang menilai proses pemilihan yang berlangsung tidak sesuai dengan prinsip demokrasi, terkesan diorkestrasi demi kepentingan salah satu calon, dan mencederai aturan organisasi.

Penolakan dari Pengurus Daerah

Ketua PDK Kosgoro 1957 Kalimantan Utara, Andra Vitri, secara tegas menyatakan penolakannya terhadap pelaksanaan Mubes V. Ia mengungkapkan bahwa terdapat skenario yang dipaksakan, berbeda dengan jadwal dan mekanisme resmi yang seharusnya diterima oleh pengurus daerah. “Kami menolak pelaksanaan Mubes V ini karena agenda yang berjalan sudah tidak sesuai dengan jadwal resmi yang kami terima di daerah,” tegas Andra dalam keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.

Dari pihak Andra, terungkap adanya upaya untuk memenangkan figur Sari Yuliati, yang menyebabkan ketegangan di dalam forum. “Kondisi di forum bahkan sempat memanas hingga Pak Agung Laksono, tokoh senior, turun tangan dan menyatakan bahwa sidang harus di-skors untuk menenangkan situasi,” lanjut Andra.

Mosi Tidak Percaya dari Wilayah Timur

Penolakan tidak hanya datang dari Kalimantan Utara, tetapi juga dari wilayah timur Indonesia. Hari Bariono, Ketua PDK Kosgoro 1957 Papua Selatan, melayangkan mosi tidak percaya yang menganggap hasil Mubes tersebut cacat organisatoris. Ia menegaskan, “Banyak mekanisme organisasi yang tidak dijalankan dalam Mubes V kali ini. Semuanya serba pemaksaan kehendak. Kami di daerah merasa sangat dirugikan dengan cara-cara yang tidak sehat ini.”

Sejumlah PDK lainnya menegaskan bahwa Kosgoro 1957 adalah organisasi besar yang berasaskan pengabdian dan kerakyatan. Kepemimpinan yang muncul dari proses yang cacat prosedur dianggap tidak memiliki legitimasi sah di mata daerah.

Seruan untuk Mubes Lanjutan

Sebagai langkah penyelamatan, para pengurus daerah mendesak Agung Laksono, Pendiri Kosgoro 1957, untuk mengambil alih kendali organisasi. Mereka meneruskan harapannya agar segera dilaksanakan Mubes V lanjutan yang lebih demokratis dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Dalam Mubes V yang dilangsungkan di Hotel Merlyn Park, Jakarta Pusat, pada Sabtu dini hari, 6 Juni 2026, Sari Yuliati terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum untuk periode 2026-2031. Keputusan ini diambil setelah mendapat dukungan dari peserta yang berasal dari Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 di seluruh Indonesia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa konflik internal di Kosgoro 1957 masih menyisakan banyak persoalan, dengan tantangan untuk mengembalikan kepercayaan anggotanya. Penegasan penting dan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan akan menjadi fokus para pengurus dalam waktu ke depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button