State

Jakarta, Maret.id — Ketimpangan pembangunan dan rendahnya produktivitas telah menjadi perhatian utama Presiden Prabowo Subianto sejak lama. Isu ini juga menjadi tema penting dalam karyanya, buku berjudul “Paradoks Pembangunan”, yang diterbitkan pada tahun 2017.
Strategi Pembangunan Ekonomi Negara
Setelah mengambil alih kepemimpinan, Prabowo berupaya mengimbangi kekurangan dari pendekatan ekonomi berbasis pasar dengan menerapkan model ekonomi yang dipimpin oleh negara. Kebijakan yang diambil meliputi hilirisasi serta kontrol ekspor komoditas, dan intervensi negara di berbagai sektor ekonomi yang langsung berhubungan dengan masyarakat.
Dalam acara “Magang Komunikasi Pembangunan” yang diadakan oleh Nexus Digital Strategy, Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, menekankan pentingnya pendekatan ini. Kegiatan tersebut berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu, 6 Juni 2026, dan dihadiri oleh puluhan content creator muda.
Pentingnya Intervensi Negara
“Praktik ekonomi yang dikendalikan oleh pasar memang bertujuan untuk efisiensi dan menarik investasi. Namun, pasar tidak selalu mau mengambil risiko di sektor-sektor vital seperti pangan, energi, dan hilirisasi mineral,” ungkap Teguh. Dia juga menyebut istilah lain untuk pendekatan ekonomi yang dipimpin negara versi Prabowo sebagai intervensi strategis negara.
Dalam praktiknya, intervensi ini melibatkan negara sebagai investor pertama dan pengambil risiko di sektor yang dianggap kurang menarik oleh pasar. Fokus utama dari strategi ini adalah untuk membangun fondasi industri serta meningkatkan ketahanan pangan, energi, dan logistik di tanah air.
Geopolitik dan Daya Tawar Indonesia
Dari perspektif geopolitik, Teguh menilai pendekatan ekonomi yang dipimpin negara ini bisa menjadi alat tawar Indonesia di hadapan kekuatan besar global. Indonesia berambisi untuk tampil sebagai negara dengan kekuatan ekonomi yang memadai, sehingga bisa turut serta dalam menentukan agenda politik global yang besar.
Dia menekankan bahwa, “Ini bukan situasi di mana negara berhadap-hadapan dengan pasar, tetapi negara yang cerdas bersama pasar yang sehat merupakan formula bagi Indonesia untuk meningkatkan daya tahan ekonomi.” Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting dalam mencapai keberhasilan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.





