Ganjar Manuver Generasi Muda Lewat Film dan Seni

Jakarta, Maret.id — Ganjar Pranowo, Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPP PDI Perjuangan, mengajak generasi muda untuk menyalurkan gagasan, kritik sosial, dan kegelisahan mereka terhadap kondisi bangsa melalui karya seni. Ajakan ini diungkapkan Ganjar dalam rangka menyambut Bulan Bung Karno yang diperingati setiap tahun pada bulan Juni.
Perayaan Bulan Bung Karno
Ganjar Pranowo menyampaikan pesan ini setelah menyaksikan pemutaran film “Ghost in the Cell” karya sutradara Joko Anwar yang diadakan oleh Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan di Jakarta pada Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan nonton bareng ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan untuk menghormati dan mengenang sosok Soekarno, Bapak Proklamator Indonesia.
“Film Indonesia yang ditampilkan hari ini merupakan karya anak bangsa yang patut diapresiasi. Dalam film ini terdapat sindiran yang cukup tajam, selain unsur horornya yang mencekam, pesan-pesan penting mengenai kondisi republik ini juga tersampaikan,” ungkap Ganjar Pranowo.
Film Sebagai Cermin Sosial
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menilai film “Ghost in the Cell” dengan baik menggambarkan berbagai realitas sosial yang tengah dihadapi masyarakat. Ia menyoroti tema-tema seperti kesenjangan sosial, praktik bisnis ilegal, dan tantangan premanisme yang masih menjadi persoalan dalam kehidupan berbangsa.
Keberanian seniman dalam menyampaikan kritik dan potret sosial melalui karya seni, menurut Ganjar, merupakan elemen penting dalam menjaga kontrol sosial yang sehat dalam demokrasi. Oleh karena itu, ia mendorong generasi muda untuk memanfaatkan ruang-ruang kreatif sebagai sarana untuk menyampaikan pandangan dan keresahan mereka terkait persoalan yang melanda bangsa.
Kekayaan Ekspresi Melalui Seni
Ganjar juga menyoroti kekayaan genre musik yang dihasilkan oleh anak muda saat ini. Banyak di antara mereka yang berani mengungkapkan kritik sosial terkait isu politik, ekonomi, lingkungan, bahkan kesehatan mental. “Ini adalah ruang ekspresi yang sehat dan mampu mewakili berbagai kelompok masyarakat,” tambahnya.
Ia menggarisbawahi bahwa seni memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik. Melalui karya seni, isu-isu sosial dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Ganjar menambahkan bahwa kebebasan berekspresi perlu terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang kritis dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Dalam rangka Bulan Bung Karno, Ganjar juga turut serta dalam pameran lukisan bertema Bung Karno di Yogyakarta bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan beberapa tokoh nasional lainnya. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen untuk memperluas ruang kreatif bagi seniman dan mendorong lahirnya karya-karya yang mencerminkan semangat kebangsaan.
Acara nonton bareng film “Ghost in the Cell” dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan seniman, termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dan publik figur seperti Krisdayanti dan Aming Supriatna.
Melalui momentum Bulan Bung Karno ini, Ganjar berharap generasi muda terus berani berkarya dan mengekspresikan sendiri gagasan-gagasannya, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang peduli terhadap berbagai permasalahan bangsa melalui medium seni yang positif dan konstruktif.





