BGN Desak Transformasi Kantin Sekolah Jadi SPPG!

Jakarta, Maret.id — Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud, menegaskan pentingnya komitmen Kepala Badan Geospasial Nasional (BGN) Nanik S. Deyang untuk melaksanakan efisiensi dalam kebijakan yang nyata. Hal ini sangat penting terutama dalam konteks pemenuhan gizi di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Spesifikasi Berbeda untuk Daerah 3T
Irvan menyatakan bahwa daerah 3T seharusnya memiliki pendekatan yang berbeda dalam hal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mempertanyakan efektivitas pembangunan dapur baru dari segi anggaran, mengingat jumlah siswa di daerah tersebut relatif sedikit. “Untuk daerah 3T, jumlah siswa relatif sedikit, sehingga pembangunan dapur baru dari sisi anggaran kurang efisien,” ujarnya.
Lebih lanjut, Irvan mengusulkan bahwa SPPG di daerah 3T tidak perlu membangun gedung baru. “Pemanfaatan kantin sekolah atau fasilitas yang telah tersedia dapat menjadi alternatif yang lebih ekonomis,” katanya. Ia menjelaskan bahwa metode ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga mempertahankan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Irvan juga menyoroti potensi dampak ekonomi positif bagi masyarakat di sekitar yang berusaha dengan adanya kebijakan ini. “Para pedagang yang selama ini beraktivitas di lingkungan sekolah tetap memiliki kesempatan untuk berusaha dan memperoleh penghasilan dari program unggulan Presiden,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa jika kebijakan ini diterapkan secara konsisten, efisiensi operasional dapat tercapai tanpa mengorbankan kualitas layanan serta cakupan penerima manfaat. Pendekatan berbasis lokal ini, menurutnya, tak hanya mendukung target pemenuhan gizi, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal.





