Pemerintah Harus Segera Pulihkan Kepercayaan Investor Demi Stabilitas Ekonomi!

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar, mendesak pemerintah dan otoritas moneter untuk segera mengambil langkah darurat dalam menghadapi situasi ekonomi yang semakin kritis. Dia memperingatkan bahwa jika kondisi ini dibiarkan tanpa tindakan yang tepat, akan berdampak pada dunia usaha, investasi, dan daya beli masyarakat.
Dampak Pelemahan Rupiah dan IHSG
Marwan menekankan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang signifikan adalah sinyal bahaya. “Pemerintah harus segera melakukan intervensi pasar yang tepat,” tegasnya. Menurutnya, ketidakpastian yang terus berkembang dapat mengakibatkan penarikan dana asing secara besar-besaran, yang selanjutnya akan memperburuk kondisi ekonomi.
Psikologi Pasar dan Kepastian Regulasi
Marwan menyatakan bahwa faktor psikologis pasar dan kepastian regulasi saat ini jauh lebih mempengaruhi stabilitas ekonomi dibandingkan data fundamental semata. “Ketika pelaku pasar melihat adanya strategi mitigasi yang jelas dari pemerintah, tekanan terhadap rupiah bisa diredam,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa jika ketidakpastian berlanjut, pasar keuangan Indonesia dapat mengalami kelumpuhan.
Dampak bagi Masyarakat Kecil
Lebih lanjut, Jafar juga mengingatkan bahwa krisis di sektor keuangan bukan sekadar angka di papan saham. “Melemahnya rupiah ke level Rp18.000-an dapat mengerek biaya impor bahan baku industri dan memicu inflasi harga barang kebutuhan pokok,” jelasnya. Ia menekankan bahwa penting bagi pemerintah untuk bertindak cepat untuk melindungi masyarakat dari dampak ekonomi yang lebih luas.
Marwan Jafar menegaskan bahwa waktu sangat krusial. “Semakin cepat kepercayaan pasar dipulihkan, semakin besar peluang kita untuk melindungi masyarakat,” pungkasnya. Ia berharap pemerintah tidak hanya memberikan pernyataan menenangkan, tetapi juga langkah-langkah konkret untuk menyelamatkan daya beli rakyat dari ancaman ekonomi yang serius.





