Politik

Soeharto dan Prabowo: Gaya Kepemimpinan Kuat, Karakter Menuju Krisis!

Jakarta, Maret.id — Penilaian mengenai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto disampaikan oleh Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas dan Kompas.id, Paulus Tri Agung Kristanto, dalam peluncuran buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen: Analisis SWOT Negara ala Jawa di Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026.

Kecenderungan Militer dalam Pemerintahan

Menurut Tri, salah satu kesamaan yang paling mencolok antara Prabowo dan pendahulunya, Soeharto, adalah kecenderungan menghadirkan unsur militer dalam pemerintahan. “Kita lihat sekarang Presiden Prabowo banyak mengedepankan dan menghadirkan kalangan militer dalam pemerintahannya,” ucap Tri, menyinggung fitur yang mencirikan masa kepemimpinan saat ini.

Penerapan Program Strategis

Lebih lanjut, Tri mengungkapkan bahwa Prabowo melanjutkan sejumlah program yang sebelumnya menjadi perhatian utama pada era Soeharto. Sektor ketahanan pangan, misalnya, kembali dijadikan sebagai agenda strategis nasional. Namun, meskipun terdapat kemiripan dalam beberapa kebijakan, hal ini tidak berarti menunjukkan kesamaan karakter kepemimpinan kedua figur tersebut.

Bambang Wibowo, penulis buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen: Analisis SWOT Negara ala Jawa, menegaskan bahwa Soeharto memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengelola pemerintahan. Soeharto dikenal memiliki ketelitian dan kesabaran dalam memilih pembantu-pembantunya serta mengambil keputusan strategis.

Pandangan tentang Gaya Kepemimpinan

Menurut Wibowo, mantan presiden Soeharto senantiasa melakukan penelusuran mendalam terhadap latar belakang dan kapasitas figur-figur yang akan ditempatkan dalam posisi penting. “Pak Harto sangat teliti, sabar dan mau mendengar. Dia menyelidiki secara detail asal usul, karakter, kepribadian, dan kemampuan dari figur-figur yang akan dipilihnya,” tutur Wibowo.

Wibowo menambahkan, setiap kebijakan yang diambil oleh Soeharto penuh dengan pertimbangan matang. Namun, ketika diminta untuk menjelaskan lebih dalam mengenai perbedaan kedua tokoh tersebut, ia memilih menyerahkan penilaian kepada publik. “Anda bisa simpulkan sendiri bagaimana perbedaan gaya dan karakter kepemimpinan mereka,” ujar wartawan senior yang terkenal dekat dengan Soeharto.

Dalam buku yang diterbitkan oleh Kompas Gramedia ini, Wibowo tidak hanya membahas sosok Soeharto dari sisi kepemimpinan dan spiritualitas. Buku tersebut juga mengkaji kondisi Indonesia saat ini melalui pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), yang dipadukan dengan perspektif budaya Jawa.

Dengan pendekatan tersebut, penulis mengkaji berbagai kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Selain itu, ia menelaah karakter kepemimpinan para presiden Republik Indonesia, mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga Prabowo Subianto.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button