Kuasai AI untuk Dorong Indonesia Masuki Era Digital yang Kompetitif!

Jakarta, Maret.id — Di tengah dinamika politik dan perkembangan teknologi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengkampanyekan pentingnya penguasaan kecerdasan buatan (AI) dan coding bagi generasi muda. Menurutnya, hal ini menjadi bekal yang sangat diperlukan untuk menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.
Pentingnya Keterampilan Teknologi
Ketua Umum Jaringan Relawan GIBRANKU, Ananta Agung Junaedy, menambahkan bahwa wacana wakil presiden terkait AI bukan tanpa alasan. Dalam pandangannya, kekuatan suatu negara kini ditentukan oleh kemampuannya dalam menguasai teknologi serta inovasi, bukan hanya melimpahnya sumber daya alam atau kapasitas industri. “Indonesia saat ini merupakan pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Namun, terlalu sering kita lebih berfungsi sebagai konsumen, bukan produsen,” ungkapnya.
Ananta menegaskan bahwa fokus Wakil Presiden Gibran pada penguasaan AI merupakan sebuah langkah strategis. Dengan penguasaan AI sejak dini, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menciptakan inovasi yang memiliki daya saing tinggi. “Penting bagi anak-anak kita untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis melalui pembelajaran coding,” tuturnya.
Mendorong Inovasi untuk Semua Kalangan
Lebih lanjut, Ananta menjelaskan bahwa gagasan untuk memasukkan pendidikan coding ke dalam kurikulum sekolah sering disalahpahami. Tujuannya bukan sekadar mencetak programmer muda, tetapi untuk membentuk pola pikir yang dapat membantu mereka menghadapi tantangan yang ada. “Dengan belajar coding, siswa dapat diajarkan untuk mencari solusi secara terstruktur,” jelasnya.
Ananta juga menyoroti visi AI yang digagas oleh Wakil Presiden Gibran. Menurutnya, hal ini tidak hanya ditujukan untuk pelajar atau perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), santri, serta masyarakat di daerah. AI seharusnya menjadi teknologi yang dapat diakses semua kalangan guna meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Etika dan Regulasi dalam Pengembangan AI
Saat membahas potensi pemanfaatan AI, Ananta menekankan bahwa pengembangan teknologi ini harus dilakukan dengan memprioritaskan etika dan regulasi. Ia mengingatkan pentingnya adanya aturan yang jelas agar teknologi tidak disalahgunakan. “Kami perlu melindungi masyarakat dari penyebaran hoaks dan pelanggaran privasi,” tegasnya.
Menurut Ananta, pendidikan teknologi harus berjalan seiring dengan pendidikan karakter dan literasi digital. “Masa depan tidak akan menunggu kesiapan kita. Teknologi AI sudah di depan mata dan harus kita sambut dengan cerdas,” pungkasnya. Dengan adanya kebijakan terkait AI, diharapkan generasi muda dapat dibekali dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.





