Legislator PKS Desak Publik Pahami Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi!

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rahmat Saleh, menyatakan bahwa pemerintah sebelumnya telah melaksanakan berbagai langkah untuk menahan harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak segera mengalami penyesuaian. Langkah ini diambil meskipun terdapat tekanan akibat konflik geopolitik dan gangguan pada rantai pasok energi global.
Rahmat menegaskan bahwa pemerintah sudah melakukan banyak upaya untuk menghindari peningkatan harga BBM nonsubsidi. “Kita juga harus memahami bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk tidak menaikkan (BBM nonsubsidi),” ujarnya dalam sebuah wawancara. Legislator PKS ini juga menyoroti bahwa kondisi global yang tidak stabil memaksa pemerintah untuk menyesuaikan kebijakan, termasuk yang berkaitan dengan harga energi yang berpotensi berdampak pada berbagai sektor ekonomi.
Penyesuaian Kebijakan Energi
Sementara itu, Rahmat mengungkapkan bahwa perubahan harga energi akan berdampak pada sektor-sektor komoditi, termasuk di bagian distribusi dan produksi. “Nah, dan tentunya ini akan berdampak ke berbagai sektor komoditi terutama distribusi, kemudian produksi juga akan terjadi kenaikan,” tegasnya. Menurutnya, masyarakat diharapkan agar dapat menggunakan BBM secara lebih bijak dan mulai melakukan penghematan untuk mengurangi beban akibat kenaikan harga energi yang sudah terjadi.
Dalam pernyataannya, Rahmat juga menekankan pentingnya pengawasan dari pemerintah terhadap BBM bersubsidi. “Pemerintah harus melakukan pengawasan terhadap BBM bersubsidi,” pungkasnya.
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
Per tanggal 10 Juni 2026, harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) telah tercatat naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300. Kenaikan serupa juga terjadi pada Pertamax Green 95, yang mengalami lonjakan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan harga ini memicu diskusi lebih lanjut mengenai dampak kebijakan harga energi terhadap masyarakat.
Dampak terhadap Masyarakat dan Ekonomi
Reaksi masyarakat terhadap kenaikan harga BBM ini bervariasi, di mana banyak yang merasa khawatir akan peningkatan biaya hidup. Rahmat Saleh menyarankan agar masyarakat dapat menyesuaikan pola konsumsi dan mulai mengurangi ketergantungan terhadap BBM untuk menghadapi realitas kenaikan harga. “Kita berharap masyarakat dapat merespons dengan cara yang bijak, dan pemerintah diharapkan mampu memberikan solusi atas masalah ini,” tutupnya.





