Kim Jong Un mengantar Xi Jinping menaiki pesawat, memanas ketegangan regional!

Jakarta, Maret.id — Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un secara pribadi mengantar Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping ke Bandara Internasional Pyongyang pada Selasa (9/6/2026) menjelang kepulangan rombongan. Momen itu menjadi penutup kunjungan kenegaraan dua hari yang dinilai mempererat hubungan bilateral antara kedua negara.
Kepulangan dan Prosesi di Bandara
Rekaman video yang beredar menunjukkan ratusan warga berbaris di sepanjang jalan menuju bandara sambil mengibarkan bendera dan membawa bunga untuk menyambut iring-iringan kendaraan. Xi bersama Ibu Negara Peng Liyuan menaiki tangga pesawat setelah berjabat tangan hangat dengan Kim dan Ibu Negara Ri Sol-ju.
Simbolisme dan Suasana
Sikap hangat itu dianggap sebagai simbol kedekatan politik dan diplomasi antara Pyongyang dan Beijing, yang dipertontonkan pada momen-momen publik selama kunjungan. Selain jabat tangan, kedua pasangan pemimpin terlihat melambaikan tangan ke arah kerumunan sebelum pesawat lepas landas.
Pernyataan Resmi dan Interpretasi
Kantor berita resmi Korea Utara menggambarkan kunjungan tersebut sebagai bukti persahabatan yang kuat dan tak tergoyahkan antara kedua negara. Pernyataan resmi juga menekankan komitmen untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertukaran tingkat tinggi antarkedua pemerintah.
Agenda bilateral selama kunjungan menyepakati peningkatan kerja sama ekonomi dan pertukaran politik, meskipun rincian teknis mengenai kesepakatan tidak dipublikasikan secara rinci. Para analis mencatat bahwa bentuk pernyataan yang disampaikan lebih menekankan pada simbol politik daripada pengumuman kebijakan konkret yang langsung berdampak.
Konteks Sejarah dan Kalender Diplomatik
Kunjungan Xi ke Pyongyang ini terjadi beberapa pekan sebelum peringatan ke-65 Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik antara kedua negara, sebuah tonggak yang kerap menjadi momen politik penting bagi hubungan Tiongkok–Korea Utara. Menjelang kunjungan tersebut, media pemerintah di Pyongyang memperkuat narasi bersama yang menentang apa yang disebut sebagai hegemoni dan politik kekuasaan dari pihak luar.
Hubungan Regional dan Dampaknya
Para pengamat internasional menilai kunjungan ini sebagai bagian dari upaya kedua negara untuk menegaskan kembali kedekatan strategis di tengah dinamika geopolitik regional. Kunjungan kenegaraan juga mengikuti rangkaian pertemuan tingkat tinggi yang diadakan di Beijing pada bulan Mei, di mana Xi menerima sejumlah pemimpin dunia untuk pertemuan bilateral.
Respons dari negara-negara lain terhadap kunjungan tersebut beragam, dengan beberapa pihak memandangnya sebagai konsolidasi aliansi yang perlu diperhatikan dalam konteks keamanan regional. Sementara itu, komunitas internasional memantau kemungkinan dampak kebijakan yang muncul dari pertemuan tingkat tinggi, khususnya terkait isu sanksi dan kerja sama ekonomi.
Kesimpulannya, kunjungan Presiden Xi Jinping ke Pyongyang dan sesi perpisahan yang hangat bersama Kim Jong Un menegaskan adanya momentum diplomatik antara Tiongkok dan Korea Utara. Meskipun simbolisme hubungan terlihat kuat, analis menilai bahwa efek jangka panjang akan bergantung pada tindak lanjut kebijakan dan implementasi kesepakatan yang diumumkan kedua pihak.





