Politik

Pelemahan Rupiah Dorong Lonjakan Harga Pertamax Signifikan!

Jakarta, Maret.id — Pengamat ekonomi Dipo Satria Ramli menyoroti dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap biaya pembelian minyak mentah dan produk energi di pasar internasional. Ia menegaskan bahwa transaksi tersebut masih dilakukan menggunakan dolar Amerika Serikat, yang berdampak langsung pada pertambahan beban biaya bagi perusahaan energi nasional, Pertamina.

Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Pertamina

“Pertama memang rupiah trennya terus melemah, sementara kita membeli minyak dengan dolar AS. Itu tentu membuat beban biaya menjadi lebih besar,” ujar Dipo dalam keterangannya, Kamis, 11 Juni 2026. Di tengah kondisi ini, harga minyak dunia yang masih tinggi juga menjadi salah satu penyebab utama di balik kenaikan harga Pertamax.

Harga Minyak Dunia dan Anggaran Negara

Meskipun harga minyak mentah Brent saat ini berada di bawah 100 dolar AS per barel, Dipo mengingatkan bahwa level tersebut masih tergolong tinggi bila dibandingkan dengan asumsi harga minyak yang digunakan pemerintah dalam penyusunan anggaran negara. “Kalau kita ingat, dulu asumsi harga minyak dalam anggaran pemerintah berada di kisaran 70 dolar AS per barel. Jadi meskipun sekarang sudah di bawah 100 dolar AS, tetap saja relatif tinggi,” jelasnya.

Tantangan Pertamina dalam Menjaga Stabilitas Harga BBM

Dipo menambahkan bahwa Pertamina selama ini harus menanggung beban besar dalam mempertahankan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM), baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi. Kondisi ini semakin mempersulit ruang keuangan perusahaan yang telah tertekan karena pelemahan rupiah yang berlangsung sejak Maret lalu.

Tekanan terhadap keuangan Pertamina semakin meningkat seiring dengan kebutuhan untuk memperkuat cadangan minyak demi menjaga ketahanan pasokan energi nasional. “Pertamina juga cukup agresif membeli cadangan minyak. Itu membuat perusahaan membutuhkan buffer atau ruang keuangan yang lebih besar,” tuturnya.

Dengan situasi ini, Dipo menekankan perlunya kebijakan yang lebih strategis untuk meringankan beban serta memastikan keberlanjutan pasokan energi di Tanah Air. Hal ini penting di tengah ketidakpastian yang sedang melanda pasar energi global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button