Politik

Pemangkasan Anggaran Irigasi Mengancam Swasembada Pangan Nasional!

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Nasdem, Erna Sari Dewi, menyoroti penurunan anggaran sektor sumber daya air (SDA), khususnya irigasi, yang dikatakan mencapai 61 persen dalam pagu indikatif Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk tahun anggaran yang akan datang.

“Bagaimana kita bisa menggaungkan swasembada pangan jika anggaran irigasi berkurang sampai 61 persen? Jika irigasi tidak dibangun, bagaimana petani dapat meningkatkan hasil panennya?” kata Erna kepada wartawan usai rapat Komisi V DPR RI bersama Menteri PU di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026.

Anggaran Kementerian PU yang Tidak Memadai

Menurut Erna, struktur anggaran yang ada saat ini belum sepenuhnya sejalan dengan prioritas pembangunan nasional. Terutama di sektor pangan yang menjadi salah satu agenda utama pemerintah, anggaran yang dialokasikan dinyatakan tidak mencukupi.

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran untuk Kementerian PU mencapai Rp219,81 triliun. Namun, pagu indikatif yang dialokasikan hanya sekitar Rp98,47 triliun atau 44,8 persen dari total kebutuhan yang sebenarnya. Situasi ini mengindikasikan adanya ketidakcocokan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang vital bagi pertanian.

Risiko Penurunan Proyek Strategis

Akibat dari keterbatasan anggaran tersebut, sejumlah program strategis berpotensi mengalami penurunan capaian. Salah satunya adalah pembangunan jaringan irigasi yang semula ditargetkan untuk mencakup sekitar 12 ribu hektare lahan, kini hanya mampu menjangkau sekitar 411 hektare.

Erna mengungkapkan keprihatinannya mengenai dampak dari kurangnya alokasi anggaran pada program irigasi. “Kita harus memilih program yang benar-benar strategis dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegasnya. Permintaan ini dianggap mendesak karena banyak program penting yang langsung menyentuh masyarakat justru terabaikan.

Pentingnya Penataan Ulang Prioritas Anggaran

Erna meminta agar pemerintah dan Kementerian PU melakukan penataan ulang prioritas anggaran. Menurutnya, harus ada penekanan pada program-program yang langsung berdampak pada masyarakat luas serta mendukung target pembangunan nasional.

“Dua hal yang penting, pertama, memastikan bahwa alokasi anggaran selaras dengan kebutuhan prioritas pembangunan dan kedua, keberlanjutan proyek irigasi untuk mendukung ketahanan pangan,” tutupnya. Dengan kata-katanya yang tegas, Erna mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur dasar sangat bergantung pada dukungan anggaran yang memadai.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button