Politik

Manuver Politik PDI Perjuangan: Respon Tegas Bung Karno

Jakarta, Maret.id — Pemuda Muhammadiyah Cabang Kedungadem mengadakan sebuah kajian yang mengangkat tema keberpihakan kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan. Acara yang berlangsung pada malam Kamis, 11 Juni 2026, ini dilaksanakan di Markas Majelis Ngadem, Cemplo, Kedungadem.

Relevansi Spirit Al-Ma’un dan Marhaenisme

Diskusi ini secara mendalam membahas hubungan antara Spirit Al-Ma’un dan Marhaenisme dalam menghadapi tantangan sosial yang terus berkembang. Amin Thohari, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bojonegoro, menjadi pemateri tunggal dalam kajian ini. Amin menjelaskan bahwa Spirit Al-Ma’un yang diajarkan oleh K.H. Ahmad Dahlan menekankan pentingnya ibadah ritual yang disertai dengan kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kaum tertindas.

Menurut Amin, nilai-nilai yang terkandung dalam Spirit Al-Ma’un memiliki kesamaan dengan gagasan Marhaenisme yang diperkenalkan oleh Soekarno. “Keduanya mengajarkan untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan masyarakat kecil,” tuturnya.

Hubungan Historis Soekarno dan Muhammadiyah

Amin menegaskan bahwa Spirit Al-Ma’un menjadi salah satu inspirasi bagi ideologi Marhaenisme. Ia menjelaskan, “Soekarno memiliki interaksi langsung dengan lingkungan Muhammadiyah selama masa perjuangannya. Karena itu, nilai-nilai keberpihakan kepada rakyat kecil yang ada dalam Al-Ma’un sangat sejalan dengan Marhaenisme.”

Interaksi ini menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam perjuangan kebangsaan dan sosial. Pemuda harus terlibat aktif dalam menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat.

Pentingnya Peran Pemuda dalam Masyarakat

Di hadapan para kader, Amin menekankan bahwa generasi muda harus memiliki kepekaan sosial dan keberanian untuk membela hak-hak masyarakat yang lemah. “Jangan hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga peduli terhadap kondisi masyarakat sekitar,” ungkapnya. Ia mendorong organisasi kepemudaan untuk memperkuat program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam upaya menciptakan perubahan sosial yang berarti, Amin menyoroti pentingnya akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat rentan. Program pendampingan sosial juga dianggap penting untuk membantu warga yang minim kesempatan. Dengan langkah-langkah nyata, generasi muda diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan

Kajian ini berhasil menarik perhatian tinggi dari peserta, yang terdiri atas kader Pemuda Muhammadiyah serta masyarakat umum. Diskusi ini berjalan dinamis dengan membedah berbagai isu sosial dan peran strategis pemuda dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Melalui Majelis Ngadem, PCPM Kedungadem berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni tetapi juga empati sosial yang tinggi. Mereka diharapkan dapat berpikir kritis dan siap untuk mengabdikan diri demi kepentingan umat dan bangsa.

Acara tersebut ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri dan seluruh peserta, sebagai simbol komitmen bersama untuk mendorong peran aktif pemuda dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan visi dan misi pemuda Muhammadiyah dapat terwujud nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button