Manuver Said Abdullah: Kader Harus Hadir di Rakyat

Jakarta, Maret.id — Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, menekankan pentingnya kehadiran kader partai di tengah rakyat sebagai pengukuran eksistensi partai. Pernyataan ini disampaikan dalam acara penutupan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) se-Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Lumajang.
PDI Perjuangan: Kader Harus Dekat dengan Rakyat
Dalam pembukaan pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, Said Abdullah menyatakan bahwa eksistensi partai tidak terpaut pada simbol atau atribut, melainkan pada keterlibatan aktif anggota di masyarakat. Menurutnya, Musancab bukan sekadar proses konsolidasi, tetapi juga menjadi momen untuk memastikan semua elemen di dalam partai memiliki kesamaan visi, yaitu melayani rakyat.
“Kehadiran kita di tengah rakyat, khususnya di kalangan kaum marhaen dan anak-anak yatim piatu, adalah makna hakiki dari kehadiran kita sebagai partai,” tegas Said Abdullah.
Tanggung Jawab Moral dan Politik
Sebagai partai yang mengusung aspirasi wong cilik, PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab moral untuk berada di garis depan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Said Abdullah mengajak seluruh kader dan pengurus partai untuk tidak hanya aktif dalam agenda organisasi, namun juga turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga.
“Kita harus mendengarkan dan memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat, serta turut menjadi bagian dari solusinya. Eksistensi partai ditentukan oleh soliditas kita dan seberapa dekat kita dengan rakyat,” ujarnya.
Menuju Musyawarah Ranting
Said menekankan bahwa selesai sudah Musancab di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, namun hal ini bukan merupakan akhir dari proses konsolidasi. Dengan penguatan struktur PAC, DPD PDI Perjuangan akan melanjutkan agenda Musyawarah Ranting (Musranting) di seluruh wilayah.
“Penguatan organisasi di tingkat paling bawah sangat penting agar partai tidak hanya kuat tetapi juga dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kami berkomitmen menyelesaikan konsolidasi partai tahun 2026 dan memastikan struktur partai tetap kokoh hingga tingkat RW,” tambahnya.
Lumajang dipilih sebagai lokasi untuk acara penutupan karena menjadi kabupaten terakhir yang melaksanakan Musancab. DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat organisasi secara berjenjang, dari tingkat ranting hingga anak ranting.
Dengan langkah ini, partai berharap dapat memperluas kontribusi kepada masyarakat dan menjaga kedekatan dengan rakyat. PDI Perjuangan bertekad untuk tetap menjadi partai wong cilik yang aktif berjuang bersama masyarakat demi kesejahteraan bersama.





