Demo Mahasiswa Damai, Ketum Gelora: Tegaskan Kebangkitan Demokrasi Kita!

Jakarta, Maret.id — Kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi menjadi indikator adanya ruang berekspresi yang dijamin oleh konstitusi. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, yang menyatakan bahwa aksi-aksi mahasiswa mencerminkan kesehatan demokrasi di Indonesia.
Keterbukaan dalam Beraspirasi
Anis Matta menjelaskan bahwa kegiatan demonstrasi mahasiswa menunjukkan bahwa ada kebebasan untuk mengekspresikan pendapat. “Kita harus mempersepsi terlebih dahulu bahwa aksi-aksi mahasiswa ini menunjukkan demokrasi kita sehat,” ujarnya kepada wartawan usai mengisi Bimtek II Partai Gelora di Kawasan Petojo, Jakarta, pada hari Sabtu lalu. Anis merasa bahwa pemerintah tidak perlu merasa cemas terhadap kritik atau aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa.
Hubungan Harmonisan antara Negara dan Masyarakat Sipil
Wakil Menteri Luar Negeri ini mencatat bahwa hubungan antara negara dan masyarakat sipil telah berjalan dengan harmonis. “Saya juga ingin menyampaikan bahwa kalau kita melihat hubungan negara dengan civil society ini selama ini alhamdulillah hubungan yang harmonis,” kata Anis. Namun, ia mengakui bahwa dalam proses pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan, selalu ada ketidakpuasan dari sebagian masyarakat terhadap hasil kerja pemerintah.
Pemberian Ruang untuk Meningkatkan Kinerja Pemerintah
Anis menegaskan bahwa ruang yang diberikan kepada mahasiswa untuk mengungkapkan aspirasi dapat berfungsi sebagai masukan bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan. “Pasti akan ada banyak ketidakpuasan untuk capaian-capaian yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Tapi, dengan memberikan ruang bagi teman-teman mahasiswa seperti sekarang ini, ini juga insya Allah akan memicu pemerintah untuk bekerja lebih baik,” jelasnya. Anis menambahkan bahwa ia tidak melihat alasan untuk merasa khawatir dengan kritik yang disampaikan oleh mahasiswa.
Lebih jauh, Anis mengapresiasi peran mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi publik yang terkait dengan berbagai kebijakan pemerintah. “Kita tentu mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang mungkin saja, yang secara umum, bisa kita katakan mewakili suara publik atau suara rakyat di Indonesia untuk hal-hal yang mereka tuntut,” pungkasnya.





