Politik

Yuzar Rasyid Manuver Percepat Proyek Jembatan Kaliombo

Jakarta, Maret.id — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Kediri, Yuzar Rasyid, mengusulkan percepatan proyek revitalisasi Jembatan Kaliombo I. Usulan ini disampaikan untuk mengurangi dampak kemacetan dan gangguan terhadap aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat setempat.

Dukungan Terhadap Proyek Revitalisasi

Yuzar Rasyid yang juga menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD Kota Kediri, mendorong agar pengerjaan proyek yang dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6 miliar ini dapat selesai lebih cepat. Pihaknya mempertanyakan durasi pengerjaan yang direncanakan hingga Desember 2026, yang menurutnya terlalu panjang untuk proyek dengan skala tersebut.

“Delapan bulan itu sangat lama. Kami meminta ada percepatan yang signifikan,” tegas Yuzar ketika ditemui dalam sebuah kesempatan. Penyampaian usulan ini juga telah menjadi bagian dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD dan pihak terkait yang sebelumnya dilakukan.

Usulan Percepatan Proyek

Sebagai langkah konkret, Yuzar mengusulkan penerapan sistem kerja 24 jam penuh, menggantikan pola kerja 12 jam yang selama ini diterapkan. Dalam pandangannya, hal ini diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian proyek tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Lebih lanjut, Yuzar juga menekankan pentingnya penyediaan jalur alternatif dan jalan darurat. Tindakan ini dianggap perlu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang mungkin terjadi selama masa konstruksi. “Percepatan bisa dilakukan dengan sistem kerja 24 jam dan menyiapkan jalur alternatif agar dampak kemacetan yang dirasakan masyarakat dapat diminimalkan,” tambahnya.

Dampak Keterlambatan Proyek

Jembatan Kaliombo I dinilai memiliki fungsi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang, sehingga keterlambatan penyelesaian proyek bisa berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi warga. Yuzar mengkhawatirkan bahwa kemacetan yang berlanjut selama pembangunan tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga memengaruhi pelaku usaha dan masyarakat yang beraktivitas di area tersebut.

“Kami tidak hanya khawatir soal lalu lintas, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat jika pengerjaan berlangsung terlalu lama,” ungkapnya dengan tegas. Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri telah mengisyaratkan komitmen untuk meneruskan usulan percepatan kepada pihak pelaksana proyek.

Yuzar Rasyid menutup pernyataan dengan mengatakan bahwa DPRD akan terus melakukan pengawasan agar pembangunan berjalan sesuai target, serta tetap memperhatikan kepentingan masyarakat Kota Kediri. “Kami akan terus mengawal karena ini jalan nasional yang sangat vital bagi masyarakat,” imbuhnya.

Dengan anggaran yang telah tersedia, Yuzar berharap revitalisasi Jembatan Kaliombo I dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal kontrak. Sehingga, manfaat dari infrastruktur tersebut dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Percepatan proyek bukan hanya berfokus pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga pada upaya untuk meminimalkan beban yang harus ditanggung warga selama proses pembangunan berlangsung.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button