Penyebar Poster Mas Gibran Presiden Diduga Provokator untuk Jatuhkan Prabowo!

Jakarta, Maret.id — Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa kemunculan poster yang beredar luas melalui platform WhatsApp sejak Jumat malam, 12 Juni 2026, tidak terlepas dari situasi politik yang tengah memanas di Indonesia. Poster dengan slogan “AYO BERSATU MAS GIBRAN PRESIDEN” muncul setelah demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Spekulasi Mengenai Motif Distribusi Poster
Jamiluddin menyampaikan, munculnya poster tersebut bersamaan dengan pembubaran massa aksi mengundang beragam spekulasi. “Namun, yang relatif pasti adalah bahwa ini tidak dilakukan oleh massa yang menggelar aksi,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026.
Lebih lanjut, Jamiluddin mengemukakan kemungkinan bahwa poster tersebut dibuat oleh kelompok oportunis yang memanfaatkan momen ketegangan politik untuk menciptakan perpecahan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, tujuan dari penyebaran poster ini adalah untuk menciptakan ketidakstabilan politik dan keamanan di tanah air.
Manipulasi Opini Publik
Jamiluddin menjelaskan bahwa upaya adu domba semacam ini sering kali muncul di tengah ketidakpastian politik. Dalam kondisi tersebut, rumor dan isu beredar dengan cepat, meningkatkan rasa curiga di antara masyarakat. “Hal ini bertujuan untuk memperluas ketidakpastian dan saling mencurigai antar warga, terutama antara pendukung Prabowo di satu sisi dan pendukung Gibran di sisi lain,” jelasnya.
Ia berpendapat bahwa poster tersebut dirancang untuk memberikan kesan sebagai aspirasi murni dari pendukung Gibran yang menginginkan Prabowo lengser dari jabatannya dan digantikan oleh Gibran. Kesan negatif yang tercipta dapat memancing reaksi keras dari pendukung Prabowo.
Pemicu Potensi Konflik
Jamiluddin mengingatkan bahwa jika isu penurunan Prabowo terus beredar, otomatis akan ada penolakan dari pendukungnya. “Tidak menutup kemungkinan, tuntutan balasan juga akan muncul yang menyasar Gibran,” imbuhnya.
Dengan mengalihkan fokus perseteruan politik nasional menjadi konflik terbuka antara kubu Prabowo dan kubu Gibran, penyebaran poster ini berpotensi menghadirkan dampak serius bagi stabilitas politik di Indonesia. “Jika ini benar-benar terjadi, perseteruan politik nasional bisa beralih menjadi konflik langsung antara Prabowo dan Gibran, yang merupakan motif utama dari penyebaran poster tersebut,” tutupnya.





