Politik

Mahasiswa Makassar Tegaskan Kemandirian Gerakan Berbasis Data!

Jakarta, Maret.id — Pesan penting tentang peranan mahasiswa dalam membangun kesejahteraan masyarakat mengemuka dalam dialog Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kota Makassar. Acara bertema “Akselerasi Kesejahteraan Masyarakat: Peran Mahasiswa Dalam Memutus Rantai Kesenjangan Menuju Indonesia Emas” tersebut berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dialog Kebangsaan ini dipimpin oleh Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Rama Ramadhan. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk merespons berbagai dinamika nasional yang tengah menjadi sorotan publik. Berbagai isu yang diangkat mencakup pelemahan nilai tukar rupiah, program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga gerakan mahasiswa yang mengarah pada “Reformasi Jilid II”.

Gerakan Mahasiswa dan Kepentingan Politik

Andi Rama mengingatkan bahwa setiap gerakan harus berbasiskan data yang akurat dan tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan politik praktis maupun elite oligarki. “Apalagi dengan tren isu Reformasi Berjilid,” katanya dalam keterangan tertulis pada Rabu, 17 Juni 2026. Menurutnya, penting bagi mahasiswa untuk tetap independen dalam memperjuangkan berbagai perubahan sosial.

Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah agar bertindak tegas terhadap mafia, memberantas korupsi, serta memperkuat tata kelola pengawasan dalam program kesejahteraan rakyat. “Kami berharap dan menegaskan agar negara tidak boleh kalah oleh mafia, demi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Narasumber Kompeten Membahas Isu Strategis

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah narasumber kompeten dari kalangan akademisi serta demisioner Presiden Mahasiswa di Makassar. Di antara mereka terdapat Ahmad Aidil Fahri, Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar 2020, Muh. Hasby Assidiq sebagai Presiden Mahasiswa UNISMUH Makassar 2024-2025, Hasrul dari UNM 2024-2025, serta Dr. Kurniawan yang merupakan seorang akademisi terkemuka.

Ahmad Aidil Fahri mengingatkan para mahasiswa untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi di saat bangsa Indonesia berupaya untuk bangkit dari berbagai tantangan. “Kita harus bersama-sama menjaga kondusifitas dan mendorong pemerintah agar tidak kalah dengan pihak asing serta individu yang ingin memecah belah bangsa,” pungkasnya dalam dialog tersebut.

Menjaga Kesejahteraan Melalui Kerjasama

Forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah dalam merumuskan program-program yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat. Diskusi yang berlangsung dinamis ini mencerminkan aspirasi generasi muda untuk berperan aktif dan menjaga persatuan bangsa dalam menghadapi tantangan yang ada.

Keterlibatan mahasiswa dalam isu-isu strategis memegang peranan penting dalam membentuk masa depan Indonesia. Dengan berbagai ide, pemikiran, dan masukan yang disampaikan dalam dialog ini, diharapkan dapat menarik perhatian para pemangku kebijakan untuk lebih peka terhadap aspirasi rakyat dan memperkuat upaya membangun Indonesia yang lebih baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button