Manuver Bupati Ipuk: Laporan Progres Sekolah Rakyat

Jakarta, Maret.id — Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melakukan pertemuan dengan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, di Kantor Kementerian Sosial pada Kamis (18/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ipuk mempresentasikan kemajuan program Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang diterapkan di daerahnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi
Kementerian Pekerjaan Umum saat ini sedang berupaya untuk menyelesaikan pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Progres pembangunan diketahui telah mencapai lebih dari 75 persen.
“Untuk sementara, Sekolah Rakyat di Banyuwangi beroperasi di dua lokasi, yaitu di Balai Diklat Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas di Kecamatan Muncar,” jelas Ipuk kepada Menteri Sosial.
Sekolah Rakyat yang sedang dibangun berdiri di atas lahan seluas 7 hektar dan dibangun dengan konsep modern berstandar internasional. Kawasan pendidikan ini melayani siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Fasilitas Pendukung yang Lengkap
Fasilitas yang dibangun antara lain gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA yang masing-masing memiliki dua lantai. Selain itu, tersedia asrama untuk siswa putra-putri setiap jenjang, serta rumah susun untuk guru. Terdapat pula gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dan dapur yang dilengkapi dengan kantin untuk masing-masing tingkat sekolah serta guest house.
Pendidikan ini juga dilengkapi dengan berbagai sarana olahraga, seperti lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, dan fasilitas pendukung lainnya seperti rumah genset, tempat pembuangan sampah, Green House, serta area parkir yang memadai.
Sekolah Rakyat yang baru juga bersebelahan dengan sirkuit BMX yang berstandar internasional. Ipuk Fiestiandani mengusulkan agar siswa di sekolah tersebut diberikan ekstrakurikuler BMX.
Inisiatif Digitalisasi Perlindungan Sosial
Ipuk juga menjelaskan mengenai kemajuan program Digitalisasi Perlindungan Sosial yang sedang diimplementasikan di Banyuwangi. Daerah ini terpilih sebagai lokasi pilot project untuk distribusi program prioritas ini.
Keberhasilan yang dicapai di Banyuwangi telah menarik perhatian pemerintah pusat untuk mereplikasi program ini di wilayah lain di Indonesia. Saat ini, program tersebut sedang diperluas ke 42 daerah lain sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efektivitas distribusi bantuan sosial.
Melalui berbagai inisiatif ini, Bupati Ipuk Fiestiandani berharap agar pendidikan dan perlindungan sosial di Banyuwangi dapat mengalami kemajuan yang signifikan, serta mencetak generasi muda yang berkualitas dan berprestasi.





