Olahraga

Ronaldo Kuasai Al

Jakarta, Maret.id — Kritikan terhadap dominasi yang dipaksakan oleh Cristiano Ronaldo di Al-Nassr kembali berkumandang, kali ini datang dari jurnalis Saudi, Abdulaziz Al-Ghayama. Dalam pandangannya, kendali yang dimiliki Ronaldo sebagai kapten klub tersebut, meski ia masih aktif bermain, tidak seharusnya terjadi dalam struktur manajerial klub.

Kritikan Terhadap Rencana Perekrutan Pelatih

Nama Al-Nassr belakangan ini dikaitkan dengan rencana untuk merekrut Roberto Martínez, pelatih asal Spanyol yang juga menangani Ronaldo di tim nasional Portugal. Rencana tersebut memicu kemarahan para penggemar Al-Nassr, terutama setelah performa buruk Portugal di Piala Dunia 2026. Dominasi Ronaldo atas klub, menurut Al-Ghayama, menjadi faktor ketidakpuasan para suporter terhadap keputusan perekrutan pelatih yang diragukan kualitasnya.

Al-Ghayama menegaskan bahwa Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, seharusnya tidak memiliki pengaruh yang berlebihan dalam pengambilan keputusan klub pada saat ia masih menjadi pemain aktif. “Gagasan bahwa ia mengendalikan situasi sebagai pemain adalah hal yang keliru,” ujar Al-Ghayama dalam program “Fi 90” di saluran olahraga Saudi.

Dari Keberhasilan ke Kekhawatiran

Meskipun Ronaldo menunjukkan performa yang gemilang di liga domestik, keberhasilan tersebut seharusnya tidak menjadi justifikasi untuk intervensi dalam struktur manajerial klub. “Memang benar dia sangat bersemangat dan berhasil memenangkan liga, tetapi tidak seharusnya sampai pada titik di mana dia mengendalikan klub,” tegas Al-Ghayama. Ia menyarankan bahwa jika Ronaldo nantinya menjadi pemegang saham, situasi itu akan berbeda dan lebih dapat diterima.

Dalam pandangan Al-Ghayama, keberadaan Ronaldo tetap sebagai pemain seharusnya tidak membuatnya ikut campur dalam penunjukan pelatih. Kritikan makin tajam ketika Roberto Martínez mendapatkan sorotan setelah hasil imbang Portugal 1-1 dengan Republik Demokratik Kongo dalam putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026. Penurunan performa Ronaldo, terutama tidak adanya pergantian meski menunjukkan tanda-tanda menurun, mengundang banyak tanda tanya di kalangan pengamat sepak bola.

Dampak terhadap Tim dan Manajemen

Dengan latar belakang konflik ini, citra Al-Nassr sebagai klub yang berkualitas sedang terancam. Rencana pengambilan keputusan yang keliru dapat berimbas pada masa depan Tim. Dalam situasi seperti ini, penting bagi manajemen klub untuk mempertimbangkan dengan cermat setiap langkah strategis, terutama terkait dengan penglibatan pemain dalam pengelolaan tim.

Sebagai seorang mantan bintang sepak bola, Ronaldo tentunya memiliki pengaruh yang tinggi, namun kita tidak boleh melupakan bahwa hal ini harus berada dalam batas-batas profesionalisme. “Jika Ronaldo diizinkan mengendalikan banyak keputusan selama masih aktif bermain, maka ini bisa berujung pada situasi yang rumit bagi Al-Nassr dan perkembangan sepak bola di negara ini,” tutup Al-Ghayama.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah klub akan berani mengambil langkah tegas untuk memisahkan kekuasaan pemain dan manajemen demi masa depan yang lebih stabil dan terarah?

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button