Politik

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Pertemuan Tersembunyi dengan Dasco Cs!

Jakarta, Maret.id — Sejumlah mahasiswa dari Universitas Trisakti dan Universitas Esa Unggul terlihat mulai meninggalkan lokasi aksi di depan Gerbang DPR RI, sekitar pukul 20.00 WIB. Aktivitas lalu lintas di sekitar wilayah tersebut mulai kembali normal setelah aksi berlangsung sepanjang hari.

Aksi Bersama untuk Menyuarakan Aspirasi

Sebelumnya, massa demonstran dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Badko DKI Jakarta-Jawa Barat juga telah membubarkan diri dan beranjak ke arah Slipi. Aksi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas dan organisasi, termasuk Universitas Mercu Buana dan Universitas Esa Unggul.

Meskipun telah membubarkan diri, sebelum peserta aksi meninggalkan lokasi, pimpinan DPR RI melakukan dialog dengan perwakilan mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan. Audiensi tersebut berlangsung secara tertutup di Ruang Abdul Moeis, Gedung Nusantara II DPR RI.

Pertemuan antara Mahasiswa dan Pimpinan DPR

Pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Selain itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh Rano Alfath juga tampak hadir. Dari pihak mahasiswa, perwakilan Universitas Trisakti dan Universitas Mercu Buana turut serta, selain HMI MPO Badko DKI Jakarta-Jawa Barat.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada para wakil rakyat, mulai dari isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga kondisi ekonomi nasional. Mereka juga menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang dirasa perlu dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Menangkap Suara Mahasiswa dalam Kebijakan Pemerintah

Tuntutan tersebut menjadi cerminan keresahan mahasiswa terkait berbagai isu yang mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi di Indonesia. Dengan melibatkan mahasiswa dalam dialog ini, pimpinan DPR diharapkan dapat menangkap aspirasi dan menjadikannya bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.

Sementara itu, beberapa mahasiswa menyatakan bahwa mereka akan terus berjuang untuk memastikan suara mereka didengar. “Kita tidak akan berhenti sampai semua tuntutan kita ditindaklanjuti,” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa. Dialog semacam ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pihak legislatif dan generasi muda dalam mengatasi persoalan-persoalan krusial bagi bangsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button