Politik

Citra Prabowo Berpotensi Terkikis Akibat Pelaporan Tiyo Ardianto di Tengah Isu Politik Nasional

Jakarta, Maret.id — Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, menyatakan, “Jika seorang aktivis mahasiswa dilaporkan ke polisi, maka yang muncul di ruang publik adalah narasi bahwa pemerintah antikritik.”

Amir menegaskan bahwa pelapor bukanlah pemerintah, bukan Partai Gerindra, bahkan bukan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam teori operasi persepsi atau perception management, ada pihak tertentu yang dapat menciptakan situasi untuk memicu reaksi emosional masyarakat.

Ketika emosi publik terbentuk, fakta-fakta substantif sering kali terabaikan. “Narasi yang dibangun bisa sederhana: mahasiswa dikriminalisasi. Setelah itu muncul simpati, muncul gerakan massa, muncul solidaritas,” kata Amir.

Ia menambahkan, “Pada titik itu yang diserang bukan pelapor, tetapi citra Presiden Prabowo.”

Amir menjelaskan bahwa pola tersebut pernah terlihat di berbagai negara ketika elite politik berusaha membentuk opini publik melalui isu kebebasan berekspresi.

Rekam jejak politik Prabowo selama dua kali kontestasi Pilpres menunjukkan bahwa ia relatif terbuka terhadap kritik.

Dalam Pilpres 2014 dan 2019, Prabowo adalah salah satu tokoh politik yang paling banyak diserang secara politik, dihujat, dan difitnah di media sosial.

“Prabowo dihina, diejek, difitnah selama bertahun-tahun. Namun publik bisa melihat, tidak ada pola pelaporan besar-besaran terhadap para pengkritiknya,” ungkap Amir.

Oleh karena itu, ia merasa tidak logis jika saat ini muncul kesan bahwa Prabowo antikritik hanya karena pelaporan dari pihak-pihak tertentu yang tidak mewakili pemerintah.

“Karakter Prabowo justru dikenal cukup terbuka terhadap kritik,” imbuh Amir.

Sebelumnya, Gerakan Rakyat Dukung dan Bela Prabowo (Garda Prabowo) melaporkan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, ke Bareskrim Polri atas pernyataannya yang dianggap menghina kepala negara.

Selain itu, Firdaus Oiwobo, Ketua Umum organisasi Termul, juga melaporkan Tiyo Ardianto ke Bareskrim Polri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button