Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Mengalami Keberuntungan Tak Terduga dalam Investasi

Jakarta, Maret.id — Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menyoroti ketimpangan antara generasi perintis bangsa dan generasi pewaris kekuasaan saat ini.
Menurutnya, para pendiri bangsa telah mewariskan gagasan dan cita-cita kebangsaan. Namun, elite politik saat ini tampak lebih fokus pada pewarisan kekayaan dan privilese.
“Bedanya perintis dan pewaris, itu yang ditunjukkan oleh elit politik dan keturunan saat ini. Kalau para founding fathers mewarisi gagasan dan ide. Kalau saat ini yang diwarisi materi harta dan benda, bahkan asal usul tidak jelas hasilnya,” kata Hari.
Dia mengakui kesulitan untuk memahami lonjakan kekayaan yang signifikan dalam waktu singkat. Ini terbukti dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang menunjukkan bahwa total harta Zita Anjani meningkat dari Rp9,16 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp109,32 miliar pada tahun 2025.
Kenaikan sebesar Rp100,16 miliar dalam dua tahun tersebut, menurut Hari, perlu penjelasan yang terbuka kepada publik.
“Apalagi kenaikan signifikan mencapai Rp100 miliar dalam dua tahun. Barangkali hasil dari uang lotre sehingga pendapatannya meningkat,” sindirnya.
Hari menekankan pentingnya transparansi mengenai sumber kekayaan yang melonjak tersebut. Keterbukaan adalah bagian penting dari akuntabilitas pejabat publik, termasuk Zita Anjani, yang merupakan putri Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan alias Zulhas.





