Politik

Cak Imin Bungkam soal Sikap Oposisi PDIP dalam Rapat Internal PKB dan Dampaknya Terhadap Koalisi Politik

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin, memilih untuk tidak memberikan komentar ketika ditanya mengenai sikap partainya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026.

Cak Imin hanya tersenyum dan tertawa sebelum meninggalkan wartawan tanpa memberikan pernyataan resmi.

Respons lebih lanjut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. Menurutnya, polemik mengenai istilah oposisi maupun partai penyeimbang tidak perlu diperpanjang.

“Yang penting kita jaga kebersamaan, kekompakan, di manapun posisinya. Kita tidak sedang berpolemik atau mendiskreditkan partai lain. Presiden Prabowo dan pemerintah sedang berjuang keras mewujudkan visi dan misinya,” imbuh Jazilul.

Jazilul menegaskan bahwa sistem politik di Indonesia tidak mengenal istilah oposisi dalam konstitusi. Dia juga menyebutkan bahwa istilah partai penyeimbang tidak diakui dalam kerangka ketatanegaraan Indonesia.

“Yang jelas di dalam praktik politik kita juga tidak dikenal oposisi. Itu enggak ada di konstitusi. Tapi juga tidak ada partai penyeimbang, enggak dikenal di sistem kita,” tegas Jazilul.

Ia menilai agar seluruh partai politik sebaiknya mengedepankan persatuan demi kelancaran program-program pemerintah.

“Yang harus sempurna hari ini adalah soliditas dan persatuan. Karena publik menginginkan apa yang menjadi janji dan program pemerintah bisa terwujud,” kata Jazilul.

Pernyataan PKB tersebut sebagai respons atas penegasan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah. Dia menyatakan bahwa PDIP akan tetap berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang.

Menurut Said, keputusan itu diambil melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP dan tidak bersikap abu-abu.

“PDIP akan tetap mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat, namun tetap mengkritisi kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat,” tegas Said.

“Sikap ini bukan sikap abu-abu,” sambungnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button