Pemkot Surabaya Kerahkan 31 Armada Tangani Genangan Usai Hujan Deras Dua Hari, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Siap Bantu Pemulihan Infrastruktur

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kota Surabaya mengerahkan 31 armada untuk menangani genangan akibat hujan deras yang mengguyur kota sejak 22 Juni 2026. Wali Kota Eri Cahyadi memastikan penyedotan air dan penanganan dilakukan sejak dini hari.
Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 10 kendaraan dinas lingkungan hidup dikerahkan untuk mempercepat penyedotan air di titik-titik rawan genangan. “Seluruh armada tersebut dan kami telah keliling sejak pukul 02.30 WIB untuk melakukan penyedotan air di titik-titik rawan genangan,” tutur Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.
Eri menjelaskan bahwa kondisi genangan ini terkait dengan proyek pengendalian banjir yang masih berlangsung di berbagai wilayah. Meski menimbulkan ketidaknyamanan, proyek tersebut dianggap penting untuk mengurangi risiko banjir di masa depan. “Kami memilih tetap melanjutkan proyek sambil memaksimalkan penanganan di lapangan,” sambung Eri.
Selain penyedotan, Pemkot Surabaya juga mengoptimalkan fungsi kolam tampungan sementara untuk menampung debit air. Sejumlah lahan digunakan sebagai tampungan tambahan guna mengurangi beban saluran drainase saat curah hujan tinggi.
Eri menyebutkan bahwa tingginya pasang air laut menjadi salah satu faktor yang memperlambat surutnya genangan. “Kondisi ini memicu fenomena backwater di sejumlah kawasan seperti Tanjungsari dan Tambak Mayor,” tegasnya.
Meskipun begitu, laporan menunjukkan bahwa tinggi muka air mulai menurun dari hampir 200 sentimeter menjadi sekitar 170 hingga 180 sentimeter. Petugas juga melakukan pengecekan saluran drainase untuk mencegah penyumbatan yang dapat memperburuk keadaan.
Pemkot menargetkan seluruh proyek drainase dan perbaikan rumah pompa dapat rampung sebelum puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada November hingga Desember 2026. Eri Cahyadi pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. “Saya mohon maaf kepada warga Surabaya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini kami bekerja maksimal di lapangan,” pungkasnya.





